Unik, Informatif , Inspiratif

Ketika Berebut Shaf Paling Depan

0

Shalat berjamaah di masjid diwajibkan untuk laki-laki. Adapun perempuan yang memungkinkan shalat berjamaah alangkah lebih baiknya jika di rumah. Begitu pun dengan keutamaan shalat pada shaft terdepan ialah untuk laki-laki.

Untuk perempuan sendiri lebih baik di belakang shaft laki-laki (jika shalat jemaah dilakukan laki-laki dan perempuan secara bersamaan).

BACA JUGA: Menjawab Salam Saat Shalat, Bagaimana Hukumnya?

Syekh Abu Malik Kamal mengatakan bahwa shaf wanita yang paling baik adalah yang paling belakang, hanyalah apabila mereka shalat di belakang shaf laki-laki. Namun, jika mereka dibelakang imam wanita, atau bersama imam di tempat yang terpisah (ada pembatas) dari kaum laki-laki, secara lahiriah shaf yang paling baik bagi mereka adalah yang paling depan.

Berdasarkan keumuman hadits yang berbunyi, ” Shaf terbaik bagi laki-laki adalah yang pertama dan yang paling buruk adalah yang erakhir, dan saf terbaik bagi wanita adalah yang terakhir dan yang paling buruk adalah yang pertama.” (HR Muslim)

Walaupun kita sudah tahu keistimewaan shaf paling depan, hendaknya kita tidak terjebak pada sikap riya atau perasaan ingin dilihat orang lain.

Tidak pula berusaha merebut posisi terdepan. Dalam hal ini etika pun diutamakan. Sebab, umumnya orang yang datang ke masjid mengisi shaf tengah guna shalat sunnah, membaca Al-Quran atau yang lainnya.

Adapun mengenai berlomba-lomba dalam kebaikan yang terdapat pada surah dalam Al-Quran.

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.: (QS Al-Hadid [57]: 27)

Kalangan orang beriman itu ada tiga golongan. Golongan pertama adalah golongan orang-orang yang berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabaqul khairat); golongan ke dua adalah golongan orang-orang yang sedang (muqtasidun); dan golongan ketiga adalah golongan orang-orang yang menganiaya diri sendiri (zhalimu linafsihi).

Tapi, sayangnya masih banyak orang yang sengaja memperlambat mengisi saf terdepan. Dengan alasan terlalu berat baginya apabila nanti imam salah bacaan ia harus membetulkannya.

BACA JUGA: Mengisi Shaf Pertama Saat Shalat? Ini Keutamaannya

Sementara itu, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam mengancam dan memberi peringatan kepada mereka yang sengaja melambatkan mengisi saf pertama.

Abu Sa’id Al-Khudriy berkata, “Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam melihat para sahabatnya lambat mengisi saf pertama, kemudian Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepada mereka, “Majulah kalian dan mengikutlah kepadaku, dan yang di belakang kalian mengikut saf sampai Allah melambatkan mereka (dari keutamaan saf pertama).” (HR Muslim) []

Sumber: Sunah-sunah Kecil Berpahala Besar, Oleh Muhammad Safrodin


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.