rutinitas sehat
Foto: Imgur

Ketika Penduduk Surga Menertawakan Penduduk Neraka

Setelah Allah memasukkan penduduk surga ke dalam surga, mereka memanggil para musuh mereka, yaitu orang-orang kafir yang berada di neraka sambil meratap dan menangis. Hal ini seperti diterangkan dalam firman-Nya:

وَنَادَى أَصْحَابُ النَّارِ أَنْ قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا قَالُوْا نَعَمْ، فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌ بَيْنَهُمْ أَنْ لَعْنَةُ اللهِ عَلَى الظَّالِمِيْنَ. (الأعراف: 44)4

“Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): ‘Sesungguhnya, kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?’ Mereka (penduduk neraka) menjawab: ‘Betul.’ Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: ‘Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim’.” (QS. Al-A’raf: 44)

Ketika di dunia, orang-orang kafir itu mendebat kaum mukminin, meremehkan, dan menertawakan mereka.

BACA JUGA: Doa Terakhir Para Penduduk Surga

Namun, pada hari Kiamat itu, orang-orang beriman mendapat kemenangan.

Ketika mereka merasakan kenikmatan yang abadi, mereka melihat orang-orang yang jahat, lalu mereka tertawakan dan meledekanya.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

إِنَّ الْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيْمٍ. عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُوْنَ. تَعْرِفُ فِى وُجُوْهِهِمْ نَضْرَةَ النَّعِيْمِ. يُسْقَوْنَ مِنْ رَّحِيْقٍ مَّخْتُوْمٍ. خِتَامُهُ مِسْكٌ وَّفِى ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُوْنَ. وَمِزَاجُهُ مِنْ تَسْنِيْمٍ. عَيْنًا يَّشْرَبُ بِهَا الْمُقَرَّبُوْنَ. إِنَّ الَّذِيْنَ أَجْرَمُوْا كَانُوْا مِنَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا يَضْحَكُوْنَ. وَإِذَا مَرُّوْا بِهِمْ يَتَغَامَزُوْنَ. وَإِذَا انْقَلَبُوْا إِلَى أَهْلِهِمُ انْقَلَبُوْا فَكِهِيْنَ. وَإِذَا رَأَوْهُمْ قَالُوْا إِنَّ هَؤُلَاءِ لَضَالُّوْنَ. وَمَا أُرْسِلُوْا عَلَيْهِمْ حَافِظِيْنَ. فَالْيَوْمَ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنَ الْكُفَّارِ يَضْحَكُوْنَ. عَلَى الْأَرَائِكِ يَنْظُرُوْنَ. هَلْ ثُوِّبَ الْكُفَّارُ مَاكَانُوْا يَفْعَلُوْنَ. (المطففين: 22-36)6

“Sesungguhnya, orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga). Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Kamu dapat mengetahui dari wajah mereka kesenangan mereka yang penuh kenikmatan. Mereka diberi minum dari khamar murni yang dilak (tempatnya). Laknya adalah kesturi; dan untuk yang demikian itu hendaknya orang berlomba-lomba. Dan campuran khamar murni itu adalah dari tasnim, (yaitu) mata air yang minum daripadanya orang-orang yang didekatkan kepada Allah. Sesungguhnya, orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya, mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat.’ Padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang mukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir. Mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang. Sesungguhnya, orang-orang kafir telah diberi ganjaran terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.” (QS. Al-Muthaffifîn: 22-36)

Sejatinya, orang-orang kafir telah mendapat balasan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.

Balasan ini sejenis dengan amal.

Sementara di dalam surga na’im itu, orang-orang beriman terkenang akan kawan atau sahabat telah memperintah kekufuran di dunia, di hadapannya.

Sahabat yang mengajaknya kepada prinsip-prinsip sesat yang memasukkan dirinya ke dalam barisan orang-orang kafir, para musuh Allah.

Selanjutnya, ia ceritakan tentang kawan tersebut kepada saudara-saudaranya, mengajak mereka untuk melihat si kawan di tempat tinggal di mana ia menderita siksa.

Setelah melihat siksa yang dialami oleh kawan tersebut, orang beriman itu pun bisa mengetahui sejauhmana nikmat Allah yang diberikan kepada dirinya dan bagaimana Allah telah menyelamatkan dirinya dari keadaan si kafir.

BACA JUGA: Perdebatan antara Surga dan Neraka

Setelah itu, ia mencela dan mencemooh:

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَّتَسَاءَلُوْنَ. قَالَ قَائِلٌ مِّنْهُمْ إِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌ. يَقُوْلُ أَءِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ. أَءِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا أَءِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ. قَالَ هَلْ أَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ. فَاطَّلَعَ فَرَءَاهُ فِى سَوَاءِ الْجَحِيْمِ. قَالَ تَاللهِ إِنْ كِدْتَ لَتُرْدِيْنَ. وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ. أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَ. إِلاَّ مَوْتَتُنَا الْأُوْلَى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ. إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ. (الصافات: 50-60)0

“Lalu sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap. Berkatalah salah seorang di antara mereka: ‘Sesungguhnya, aku dahulu (di dunia) mempunyai seorang teman. Yang berkata: ‘Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)? Apakah bila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan’?’ Berkata pulalah ia: ‘Maukah kamu meninjau (temanku itu)?’ Maka ia meninjaunya, lalu dia melihat temannya itu di tengah-tengah neraka menyala-nyala. Ia berkata (pula): ‘Demi Allah, sesungguhnya kamu benar-benar hampir mencelakakanku. Jikalau tidaklah karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka). Maka apakah kita tidak akan mati? Melainkan hanya kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan disiksa (di akhirat ini)? Sesungguhnya, ini benar-benar kemenangan yang besar’.” (QS. Ash-Shaffat: 50-60)

Wallahu a’lam bishawab. []

 

Sumber: Surga dan Neraka, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *