Foto: DuniaTimteng

Ketika Rasulullah Terkena Sihir

rasulullah terkena sihir
Rasulullah terkena sihir (Foto: DuniaTimteng)

INSPIRADATA. Dari Aisyah RA, ia berkata, “Rasulullah s.a.w pernah terkena sihir, sehingga beliau menyangka, telah mendatangi istrinya, padahal beliau tidak mendatanginya. Lalu beliau berkata, ‘Wahai Aisyah, tahukah kamu bahwa Allah s.w.t telah mengabulkan permohonanku?

Dua lelaki telah datang kepadaku. Satu duduk di sebelah kepalaku dan satinya disebelah kakiku.

Yang di sisi kepalaku berkata kepada satunya, ‘kenapa beliau? Lalu, dijawab terkena sihit. ‘Siapa yang menyihirnya?’ lalu dijawab lagi, yan menyihirnya adalah Labid bin al-Asham, lelaki dari Banu Zuraiq sekutu Yahudi yang munafik.

Yang disisis kepalaku bertanya lagi, ‘Dengan apa ia disihir? ‘Lalu dijawab dengan sisir dan rontokan rambut. ‘Di mana?’ Yang disebelah kiriku (Nabi) menjawab pada mayang korma jantan di bawah batu yang ada di bawah sumur Dzarwan.”

“Aku (Aisyah) kemudian berkata, ‘Nabi mendatangi sumur itu dan beliau mengeluarkannya (barang). Lalu beliau berkata, ‘inilah sumur yang diperlihatkan seakan-akan airnya adalah air daun pacar dan pohon kormanya seperti kepala-kepala setan.’

Aku bertanya, ‘Mengapa engkau tidak mengeluarkannya dari mayang korma jantan tersebut?’ Beliau menjawab, ‘Demi Allah, sungguh Allah telah menyembuhkanku dan aku benci tersebarnya kejahatan di kalangan manusia.’

Hadits tersebut diriwayatkan oleh Bukhari dalam Shahihnya, kitab At-Thib, bab Hal Yustakhrajus Sihr, jilid 10, no. 5765.

Selain hal tersebut, ada juga yang menyetakan bahwa Aisyah berkata kalau saat kejadian itu turunlah firman Allah s.w.t berupa surat An-Nas secara sempurna, dari pertama hingga selesai. []

Referensi:
Isnawati, Nurlaela. 2014. Rahasia Sehat dan Panjang Umur. Jogjakarta: Sabil


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *