rosulullah
Foto: The Statesman

Ketika Seekor Anak Anjing Bersembunyi di Rumah Rasulullah

Sempat ramai diberitakan di berbagai media sosial adanya seorang wanita muslimah yang hidup dengan belasan ekor anjing di rumahnya. Pasalnya, anjing-anjing tersebut ia temukan di jalanan dalam keadaan tak terurus dan kelaparan.

Ia pun merasa iba dan akhirnya memutuskan untuk membawanya pulang serta memeliharanya di rumah.

Ternyata hal tersebut menjadi kontroversial di tengah masyarakat dikarenakan adanya larangan dalam agama bagi seorang muslim untuk memelihara anjing tanpa adanya alasan/keperluan yang syari.

Bahkan, hal itu juga telah mencegah malaikat untuk masuk ke rumah seorang muslim yang di dalamnya terdapat anjing.

Dari ‘Aisyah r.a. bahwa ia berkata, “Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa’alaa aalihi wasallam mengambil janji dengan Jibril ‘alayhissalaam agar dia mendatanginya pada suatu saat. Lalu tibalah saat tersebut, namun Jibril belum juga datang menemuinya, sementara di tangannya ada sebatang tongkat lalu beliau melemparkannya dari tangannya seraya mengatakan,

‘Allah tidak pernah menyalahi janji-Nya begitu pula dengan Rosul-Rosul-Nya.’

Kemudian beliau menoleh, tiba-tiba ada seekor anak anjing di bawah tempat tidurnya, lalu beliau bersabda,

‘Wahai ‘Aisyah! sejak kapan anak anjing ini masuk ke tempat ini’?”

‘Aisyah menjawab, “Demi Allah, aku tidak tahu.”

Lalu beliau memerintahkan kepada seseorang sehingga anak anjing tersebut dikeluarkan.

Selanjutnya, datanglah Jibril. Lalu Rosulullaah menyapanya,

“Engkau berjanji kepadaku, dan aku duduk menunggumu, namun engkau tidak segera datang.”

Jibril menjawab, “Aku tidak segera datang karena ada anak anjing di rumahmu. Sesungguhnya, kami (para Malaikat) tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar (dari makhluk yang bernyawa).” (HR. Muslim, Kitab Al-Libaas bab Tashwiir Shuurotil Hayawaan… [An-Nawawi XIII/307, No.5478])

Oleh karena itu, setiap muslim yang memasukkan seekor anjing ke dalam rumahnya yang tidak dibutuhkan, hendaklah ia bertobat kepada Allah tabaaroka wa ta’aalaa dan memahami saat-saat penting dari Rosulullaah ini. []

 

Sumber: Dikutip dari “Mawaaqif Ghodhiba fiiha Nabiyyu” Khumais As-Sa’id. Edisi terjemah: “Pelajaran Penting Dari Marahnya Nabi”. Hal. 48-53. Penerbit Pustaka Ibnu Katsir.


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

Obbie Mesakh, Raja Pop 80-an

Hampir semua artis yang ia orbitkan berhasil menjual lebih dari 400.000 keping CD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *