Foto: FB Photo Zone

Ketika Sekerat Roti Begitu Berharga di Suriah

Foto: FB Photo Zone

INSPIRADATA. Konflik Suriah telah memakan korban jutaan orang, sementara ratusan ribu lainnya berjuang keras untuk bertahan hidup. Sayangnya, mayoritas orang tidak menyadari efek mengerikan dari konflik berkepanjangan itu. Setelah bertahun-tahun perang, negara dibiarkan hancur.

Banyak dari mereka yang hanya memakan rumput, bahkan mengkonsumsi kotoran untuk mempertahankan hidupnya. Memiliki sepotong roti untuk hari ini, adalah berkah.

Para orang tua yang mampu memberikan sepotong roti bagi anaknya, merasakan bahwa untuk mendapatkannya itu teramat sulit. Meski hanya untuk sepotong gigitan roti saja.

Dan itu yang dirasakan oleh pria ini, ia menangis karena hanya mampu memberikan sekerat roti untuk anaknya. Ayah ini menangis, sejadi-jadinya.

Momen memilukan dan menyayat hati. Betapa hidup ini layak untuk diperjuangkan, sangat layak.

Melihat ayahnya terisak tangis, sang anak hanya terdiam. Namun bocah itu kemudian mengusap wajah sang ayah, coba untuk menenangkan. Menghibur.

Inilah wajah kehidupan di bawah bayang-bayang nafsu peperangan, untuk memaksakan kehendak. Berkuasa atas manusia. Memilukan. []

sumber: Islampos.


Artikel Terkait :

About Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Terus Memperbaiki Diri

Check Also

Rahasia Televisi, Bisa ‘Membius’ Otak

TV merupakan contoh yang sangat baik sekali bagaimana perangkat ini mempengaruhi pikiran Anda sebagai akibat pengaruh yang ditimbulkannya kepada otak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *