Foto: PWMU.co

Ketum Pemuda PP Muhammadiyah Larang Kokam Bubarkan Kegiatan Kelompok Lain

Foto: PWMU.co

Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak melarang seluruh anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (Kokam) melakukan pembubaran kegiatan organisasi lain, meski mereka melanggar aturan.

“Kalau ada kelompok lain yang membuat acara entah itu punya izin resmi atau tidak, jangan sekali-kali Anda semua ikut membubarkan,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah saat Apel Akbar Kokam se-Bantul di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu sore (23/4/17).

Dahnil menjelaskan, Semua barisan muda di bawah koordinasi PP Pemuda Muhammadiyah, termasuk Kokam, boleh tidak menyukai kegiatan yang digelar kelompok lain jika memang itu bertentangan dengan visi misi organisasi ini. Seperti kegiatan yang dilakukan organisasi masyarakat yang mengarah pada kekhalifahan, kata dia, karena selain melanggar ketentuan dalam Undang-Undang juga tidak sejalan dengan ideologi Pancasila.

“Anda bisa tidak setuju dengan wacana kekhalifahan, tapi jangan sekali-kali menjadi hakim dari wacana itu. Karena yang boleh ambil keputusan melanggar UU atau tidak, apakah perlu ditindak secara hukum atau tidak itu pihak kepolisian,” katanya seperti dikutip dari Antara.

BACA JUGA:
Kapolres Cianjur: Penculikan dan Penjualan Organ Hoax
Main Bola di Kampung Versi Anak ’90-an, Masih Ingat? 

Maka, Dahnil melanjutkan, anggota Kokam jangan berlaku anarkis dan memperlihatkan kekerasan atas apa yang tidak sesuai dengan ideologi, karena sikap itu bukan merupakan watak dan karakter Muhammadiyah. “Kalau Anda tidak setuju adanya sebuah acara datang di acara itu, hadir dengan membawa otak dan nalar, diskusikan dan bantah apa yang mereka wacanakan, karena negara ini demokrasi. Itu sudah jadi komitmen kita bersama,” katanya.

Ia juga menginginkan anggota Kokam agar tidak mengambil alih fungsi kepolisian dengan berusaha membubarkan paksa acara suatu organisasi. Sehingga apabila ada pelanggaran UU, tidak sesuai aturan dan keadaban publik serahkan sepenuhnya kepada aparat negara untuk diproses sebagaimana mestinya. “Laporkan ke polisi, kalau pak polisi lambat, ajak bareng-bareng, jangan ambil peran polisi. Biarkan tugas penegakan hukum serahkan ke polisi, tugas kita hanya mengawal, memastikan proses hukum berjalan semestinya,” katanya.

Dahnil juga mengharapkan, kalau ada kegiatan atau kebijakan yang tidak sesuai dengan ideologi negara atau melanggar aturan sampaikan kritik, bahkan kalau perlu menempuh jalur hukum sesuai prosedur yang ada. “Itu pesan penting dari PP Pemuda Muhammadiyah terutama teman-teman Kokam se-Bantul yang lulus dari diklatsar beberapa hari lalu,” katanya. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *