Unik, Informatif , Inspiratif

Keutamaan-keutamaan Meninggal di Hari Jumat dalam Islam

0

 

Bagi umat islam, hari Jum’at merupakan hari raya yang terjadi setiap minggunya. Oleh karena itu, hari Jum’at dipandang memiliki keutamaan dan keistimewaan tersendiri dibanding dengan hari-hari lainnya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada suatu Jum’at: “Wahai segenap kaum muslimin, sesungguhnya ini adalah hari yang dijadikan oleh Allah SWT sebagai hari raya bagi kalian.” (HR. at-Thabrani dalam al-Mu’jamash-Shagir dan dinyatakan shahih oleh asy-Syaikh al- Albani dalam Shahih al-Jami’)

Karena merupakan hari raya, kematian seseorang di hari Jum’at pun dipercaya memiliki keutamaan tersendiri. Berikut penjelasannya.

1. Tanda Husnul Khatimah

Jika seseorang meninggal di hari Jum’at atau malam Jum’at, berarti seseorang itu mati dengan keadaan khusnul khatimah. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at melainkan Allah melindunginya dari fitnah (siksa) kubur.” (HR. Al-Tirmidzi)

2. Terlindung dari siksa kubur

Tanda husnul khatimah adalah meninggal di hari Jum’at atau malam Jum’at yang diamini oleh sebagian besar masyarakat adalah terlindung dari siksa kubur. Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at melainkan Allah melindunginya dari siksa kubur.” (HR. At-Tirmidzi)

3. Pahala mati syahid

Sebuah riwayat menyebutkan bahwa meninggal di hari Jum’at adalah mendapat pahala mati syahid dan aman dari siksa kubur. Humaid dari Iyas bin Bukair menyatakan: “Barangsiapa mati di hari Jum’at, ia dicatat mendapat pahala syahid dan aman dari siksa kubur.”

Namun, menurut Syekh Muhammad Anwar Syah al-Kasymiri, hadits mengenai keutamaan meninggal di hari Jum’at tidak shahih. Beliau pun menjelaskan: “Tidak mencapai derajat shahih, hadits mengenai keutamaan mati di hari Jum’at, bila diandaikan keshahihannya, maka keutamaan tidak ditanya malaikat diarahkan kepada orang mati di hari Jum’at, bukan orang yang meninggal di hari sebelumnya dan diakhirkan pemakamannya sampai hari Jum’at.” (Muhammad Anwar Syah Ibnu Mu’azzham Syah al-Kasymiri, al-‘Arf al-Syadzi, juz 2, hal. 452)

4. Dipandang baik oleh masyarakat

Kebanyakan masyarakat yang memandang bahwa seseorang yang meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at merupakan tanda-tanda akan kebaikan dan kemuliaannya. Oleh karena itu, jika tetangga mereka meninggal maka akan dipandang baik oleh masyarakat maupun keluarganya.

5. Waktu terbaik dikabulkannya doa

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya di hari Jum’at terdapat satu waktu yang mustajab bila seorang hamba muslim mengerjakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan dengan tangannya menggambarkan sedikitnya waktu itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

6. Jum’at adalah sebaik-baiknya hari

Dibandingkan hari yang lain, hari Jum’at adalah hari yang paling mulia di mata Allah SWT dan yang paling mulia. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallhu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jum’at, karena pada hari ini Adam diciptakan, hari ini pula Adam dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan darinya, dan tidaklah akan datang hari kiamat kecuali pada hari Jum’at.” (HR. Muslim)

Demikianlah ulasan singkat tentang keutamaan meninggal di hari Jum’at. Semoga bermanfat. Aamiin insya Allah. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.