Unik, Informatif , Inspiratif

KH Ma’ruf: Maksud Saya Buta Hati Sebagai Publik Figur

0 127

Publik figur, segala ucapan dan tindak tanduk seringkali menjadi sorotan. Maka tak heran bila pernyataan Cawapres nomor urut 01 KH Ma’ruf Amin mengenai kosakata buta dan budek menimbulkan polemik. KH Ma’ruf mengatakan polemik tersebut hanya salah paham saja. Sebab, kata KH Ma’ruf, yang ia maksud dengan budek dan buta bukan secara fisik.

KH Ma’ruf Amin menjelaskan, bahwa khalayak Itu kan salah paham. “Saya maksud buta itu bukan buta mata, bukan budek telinga tapi buta hati. Matanya enggak buta jadi enggak ada hubungannya dengan fisik ya,” kata KH Ma’ruf di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa, (13/11).

BACA JUGA: Deklarasi Gerindra, PAN, PKS: Prabowo-Sandi Capres-Cawapres 2019

Dalam Al Quran ada istilah buta dan budek. Hal itu juga merujuk bukan pada fisik. Atas dasar itu, KH Ma’ruf mengaku tidak terlalu mempedulikan pihak-pihak yang mempermasalahkan ucapannya termasuk dari Forum Tunanetra.

Menurut KH Ma’ruf, mereka tidak tersinggung, karena yang dimaksud seperti ungkapan dalam alquran itu. Ma’ruf menyimpulkan bahwa tidak ada kaitannya

“Jadi enggak ada kaitannya dengan buta fisik, budek fisik, enggak ada. Karena itu tidak relevan kalau dia menggugat saya, wong neggak ada urusannya fisik kok,” kata KH Ma’ruf.

Atas dasar itu, KH Ma’ruf menegaskan tidak akan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung. Ma’ruf menganggap pernyataannya mengenai buta buta hati sama dengan lagu dari Rhoma Irama yang berjudul Buta Tuli.

Pernyataan KH Ma’ruf Amin soal budek dan buta muncul saat ia menanggapi berbagai kritik yang ditujukan kepada pemerintahan Jokowi. Ia mengaku heran mengapa banyak orang yang mengkritik kinerja Jokowi.

BACA JUGA:Jika Ada yang Lebih Baik, Prabowo Rela Tak Jadi Capres

“Hanya yang matanya buta, hanya yang telinganya budek, yang tidak melihat dan mendengar tentang ini (kinerja Jokowi), makanya harus dibukakan matanya, harus dilubangi telinganya,” ujar KH Ma’ruf Amin dalam sambutannya di Rumah Aspirasi, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).

Sayangnya pernyataan tersebut mengundang polemik baru di media.[]

SUMBER: KUMPARAN

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline