Unik, Informatif , Inspiratif

Khuttab, Tempat Belajar Alquran

0

Sejarah pendidikan seringkali mengacu pada sejarah awal mula sekolah di barat. Padahal pendidikan bermula di mana saja di sudut bumi ini. Sebagaimana China, Arab, yang terkenal dengan sejarah kunonya.

Plato dan Aristothales adalah orang yang pertama yang meninggalkan catatan tertulis mengenai ruang kelas dan sekolah. Sekolah pertama orang Athena Kuno memang sederhana. Sekolah itu hanya merupakan tambahan dari suatu program pendidikan yang dititik beratkan pada latihan kemiliteran, atletik, musik, dan puisi. Pengajaran membaca, menulis dan berhitung boleh dikatakan hanya sebagai pertimbangan sampingan.Disini masih belum bisa disebut sekolah gan, masih cikal bakal sekolah

BACA JUGA: Seragam Pintar, Solusi Efektif Masalah Siswa Bolos Sekolah

Berbeda dengan ‘sekolah’ Plato dan Aristotelles, di Arab dikenal Khuttab. Khuttab adalah sejenis tempat belajar yang mula-mula lahir di dunia Islam. Khuttab pada awalnya berfungsi sebagai tempat memberikan pelajaran menulis dan membaca bagi anak-anak.

Sebelum Islam lahir, sesungguhnya Khuttab sudah ada. Hanya pada saat itu Khuttab begitu dikenal. Di antara penduduk Makkah yang mula-mula belajar menulis huruf Arab di tempat ini adalah Sufyan bin Umayyah bin Abdul Syams dan Abu Qais bin Abdul Manaf bin zuhrah bin Kilab. Keduanya belajar dari Bisyr bin Abdul Malik yang memelajarinya dari Hirah. Kuttab dalam bentuk awalnya hanya berupa ruangan di rumah seorang guru.

Setelah agama Islam datang, orang-orang Islam yang baru pandai menulis dan membaca, hampir semuanya dipekerjakan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai penulis wahyu. Dengan demikian, yang banyak mengajar menulis dan membaca di kuttab adalah kaum Zimmi. Hal ini semakin menyebar terutama sekali setelah terjadi Perang Badr.

BACA JUGA: Unik, Tes ke Sekolah Ini Harus Bisa Setrika Baju

Lalu Islam berkembang dan semakin meluas. Dan orang yang pandai menulis dan membaca semakin banyak. Pada saat itu mulai lahir kesadaran penting belajar. Mereka mulai menyadarai Alquran adalah hal terpenting untuk dipelajari.

Dengan demikian, mata pelajaran di kuttab pun bertambah dengan pelajaran membaca Alquran
Secara perlahan jumlah siswa di kuttab semakin banyak, sehingga membutuhkan satu tempat baru yang bisa menampung seluruh siswa. Maka, tempat yang dipilih ialah di sudut-sudut masjid atau bilik-bilik yang berhubungan dengan masjid.

Selain dari kuttab yang diadakan di dalam masjid, terdapat pula kuttab umum dalam bentuk madrasah yang memiliki gedung sendiri dan mampu menampung ribuan murid. Kuttab jenis ini mulai berkembang karena adanya pengajaran yang khusus bagi anak-anak keluarga raja, pembesar, dan pagawai istana yang diasuh seorang mu’addib (pendidik).

Pendidik yang mulai mengembangkan bentuk pengajaran khusus itu ke arah pembentukan kuttab umum, menurut Ahmad Syalabi (penyusun Ensiklopedi Sejarah Islam), ialah Hajjaj bin Yusuf as-Saqafi.

Semula di kuttab hanya diajarkan menulis dan membaca huruf Arab serta membaca Alquran. Namun ketika kuttab itu bertambah, dikembangkan pula kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Pada abad ke-2 Hijriyah, ketika kuttab telah meluas ke negeri-negeri Muslim, kurikulumnya ditekankan pada pengajaran serta kajian Alquran maupun hadis yang menyangkut keimanan dan akhlak, di samping diajarkan menulis dan membaca dasar-dasar bahasa Arab.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline