Foto: Sinarharian

Kiat-kiat Pelihara Kesehatan dalam Berhaji

berhaji (foto: sinarharian)

INSPIRADATA. Setelah rohani, Energi dan fisik menjadi prioritas dalam berhaji. Karena beberapa kegiatan dalam proses haji membutuhkan kekuatan dan daya tahan fisik.

Pasalnya, antara jamaah yang satu dengan lainnya akan berhimpitan dan berdesak-desakan mengingat beberapa kegiatan dilakukan dalam waktu dan tempat yang sama. Apalagi cuaca di Saudi sangat panas. Risiko gangguan penyakit pun menghantui setiap jamaah.

“Setiap jamaah harus mengunjungi dokter dan memastikan mereka menjalani tes kesehatan sebelum melakukan haji,” kata salah satu dokter di Rumah Sakit Al Salama Abu Dhabi, Nahed Ghobrial, seperti dilansir dari The Nation.

Sebelum terbang ke Tanah Suci, jamaah juga harus mendapatkan vaksinasi yang diperlukan. Dia mengatakan beberapa penyakit yang banyak menyerang jamaah diantaranya flu, gangguan pernapasan seperti bronkitis, keracunan makanan, gangguan pencernaan, penyakit kulit, mata kering, dan terkena sengatan panas matahari. “Jamaah juga sering terkena diare,” kata Ghobrial.

Jamaah juga harus meminum air sesuai anjuran. Jamaah pun diminta memperhatikan gejala-gejala gangguan kesehatan yang menghampiri dirinya. Misalnya saja penyakit meningokokus. Gejala awal penyakit tersebut yakni demam, sakit kepala, mual dan muntah, leher kaku, dan timbul ruam.

Jamaah harus segera mencari pertolongan medis apabila menemukan gejala tersebut pada dirinya. Ghobrial menyarankan, jamaah membawa obat-obatan dasar seperti obat batuk, tablet vitamin C, dan antibiotik. Jika jamaah memiliki penyakit bawaan sejak dari negaranya, maka obat-obatan tersebut harus dibawa.

Jamaah, kata dia, sebaiknya menghindari berjalan tanpa alas kaki. Pergilah ke arah Gerbang Raja Fahd apabila jamaah mulai merasa akan pingsan, panas, kelelahan dan membutuhkan istirahat. “Seluruh daerah di sekitar gerbang itu ber-AC sehingga Anda akan merasa lebih baik di sana,” kata salah seorang guru Yordania yang bekerja di Jeddah, Noha Safar.

Tips lainnya yakni tutupi mulut dan hidung Anda dengan masker untuk mencegah debu, kuman, atau partikel lainnya masuk ke dalam mulut. Cuci atau sterilkan tangan Anda sesering mungkin. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *