Wisudawan terbaik
Foto: Wisudawan terbaik

Kisah Anak Penjual Kerupuk yang Berhasil Jadi Wisudawan Terbaik

Wisudawan terbaik
Foto: Wisudawan terbaik

INSPIRADATA. Nur Isnaini Wulan Agustin. Meski terlahir dari keluarga yang sangat sederhana tapi dia berhasil menjadi, wisudawan terbaik Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta, periode April 2017. Mahasiswi Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) ini lulus dengan predikat sangat memuaskan dengan IPK 3,80. Seperti disitat dari Dream, Senin (10/4/2017).

Nur merupakan mahasiswi penerima bidikmisi yang mampu menyelesaikan studi selama tujuh semester, atau tepatnya 3 tahun 6 bulan. dan berasal dari keluarga yang ekonominya lemah.

Diketahui ayahnya, Iding. Berprofesi sebagai pedagang kerupuk,yang setiap harinya meloper ke warung-warung. Sementara ibunya Ninik Purwanti, berjualan makanan ringan di SD dekat rumah.

“Saya hanya bermimpi untuk dapat kuliah dengan tidak membebani orang tua, apapun caranya,” kata Nur.

Dengan bekal prestasi selama di MTsN Karanganyar, dia berhasil mendapatkan beasiswa penuh ketika melanjutkan studi di MAN Karanganyar. Seleksi ketat saat mendaftar beasiswa bidikmisi IAIN Surakarta pun dia lakoni demi melanjutkan ke jenjang kuliah tanpa membebani kedua orangtua.

Selama Nur menjalani kuliah pun, dia sempat berjualan arem-arem yang dia jajakan kepada teman-temannya di kos.

” Umumnya mereka belum sarapan saat ada jadwal kuliah pagi. Jadi arem-arem adalah solusi dan peluang bagi saya untuk menambah uang saku. Setelah bosan dengan arem-arem, jualan jilbab juga saya lakoni,” ujarnya.

Mahasiswi yang aktif di berbagai organisasi ini juga memiliki hobi mengajar dan traveling ini pernah mengecap pendidikan akademik dan non akademik di Deakin University, Australia. Kesempatan itu datang melalui program Short Course Student Mobility Program 2016, yang diselenggarakan oleh MORA Scholarship Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Menjadi wisudawan terbaik merupakan hal yang tidak pernah saya sangka karena saya sadar betul kalau saya ini bukan tergolong mahasiswa yang pintar dan rajin. Meskipun tidak bisa dipungkiri, saya selalu bermimpi ingin menjadi yang terbaik,” Kata Nur.

Menurutnya, menjadi wisudawan terbaik adalah kado untuk sang ibu yang sedang berulang tahun di bulan April.

“Saya merasa sangat senang dan bersyukur bisa mencapai di titik ini karena dukungan dari banyak pihak,” ujarnya.

Menurut Nur kunci sukses yang biasa dia terapkan pada dirinya ada tiga, yaitu berani, percaya diri, dan yakin.

BACA JUGA: 

Masjid Safinatun Najah Semarang yang Terinspirasi dari Kisah Nabi Nuh

Kisah Sukses Mahasiswi Unpad, Jadi Pengusaha Ayam Seribu

“Ketika kita mempunyai impian yang besar maka kita harus berani mencoba. Setelah mencoba kita harus percaya diri,” ujarnya.

Dan yang terakhir menurut Nur, manusia harus yakin dengan Allah. Saat berjuang, tidak boleh berpikir hasilnya akan sia-sia.

“Semakin berat ujian yang kita hadapi, semakin manislah hasil perjuangan tersebut. Kalau sukses harus tetap rendah hati,” pungkasnya. []


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *