Buku nikah

Kisah Bule Swedia yang Memilih Jadi Mualaf dan Menikahi Pria Sulawesi, Ini Kisahnya!

INSPIRADATA. Baru -baru ini media sedang di gegerkan oleh peristiwa bule menikah dengan warga Indonesia. Beberapa waktu lalu TKW asal Cirebon dinikahi oleh Anak majikannya, lalu seorang pria yang dinikahi oleh wanita asal Italia, dan hal itupun kembali lagi terulang di Sulawesi.

Kabar pernikahan tersebut datang dari sebuah desa bernama Bojo di Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Selawesi Selatan. Dan tak kalah menghebohkan dunia maya juga.

Pria asal Sulawesi itu bernama Syahrizal Mansyur, seorang asisten instruktur selam yang secara tidak sengaja bertemu dengan Sofia Yvone Tedestam. Wanita asal Swedia yang juga bekerja di bidang diving atau selam di salah satu kawasan wisata Sulawesi.

Walaupun usia Rizal 32 tahun dan Sofia 36 tahun. Namun tentu saja perbedaan itu tidak begitu dirasa signifikan untuk keduanya dalam menjalin hubungan.

Bagi seorang Syahrizal, Sofia adalah seorang pribadi yang baik hati. Untuk cintanya itu, Rizal memebranikan diri terbang ke Swedia demi melamar Sofia.

Kisah Bule Swedia yang Memilih Jadi Mualaf dan Menikahi Pria Sulawesi, Ini Kisahnya!
Kisah Bule Swedia yang Memilih Jadi Mualaf dan Menikahi Pria Sulawesi, Ini Kisahnya!

Pucuk dicinta ulam pun tiba, lamaran Rizal di sana disambut baik oleh calon mertuanya. Sebelum resmi menikah, Sofia memutuskan untuk mengikuti agama Rizal dan menjadi mualaf.

Meskipun calon pengantinnya adalah seorang perempuan berkewarganegaraan asing, ternyata mas kawin yang diberikan terbilang sangat sederhana.

Sofia sendiri tidak membebani pasangannya dengan uang tunai, itulah mengapa Rizal memberinya seperangkat alat sholat.

Walaupun pernikahan bule dan orang Indonesia bukan hal yang aneh lagi. Namun pernah terbersit tanya kenapa banyak warga asing yang menyukai orang Indonesia?

Ternyata bukan karena soal penampilan dan harta yang dihasilkan, ternyata banyak warga asing yang mencari sosok yang sehati dengan mereka. []

 

Sumber: Dream


Artikel Terkait :

About Nabila Maharani

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *