Hakim Cium Tangan Terdakwa (Ilustrasi)

Kisah Hakim Cium Tangan Terdakwa Ini Sungguh Penuh Hikmah

INSPIRADATA. Seorang hakim menyita perhati semua orang yang ada di ruangan sidang. Pasalnya, hakim tersebut melakukan hal yang tidak diduga-duga. Hakim itu mencium tangan terdakwa yang dijatuhi hukuman.

Terdakwa yang merupakan Guru SD itu pun terkejut dengan tindakan hakim. Dan tak disangka, sang hakim berkata, “Inilah hukuman yang kuberikan kepadamu, Guru.”

rupanya, terdakwa itu adalah gurunya semasa SD dan sampai sekarang terdakwa itu masih mengajar SD. Guru tersebut diseret ke pengadilan karena dilaporkan oleh orangtua murid, gara-gara ia memukul salah seorang siswanya.

Foto: Facebook/Ahmad Bahri

Guru tersebut tidak lagi mengenali muridnya yang sekarang menjadi hakim itu. Namun sang hakim mengenali betul siapa orang yang sedang ia adili itu adalah gurunya.

Hakim yang dulunya pernah menjadi murid dari sang guru, mengerti betul pukulan dari seorang guru bukanlah kekerasan. Pukulan itu tidak menyebabkan sakit dan tidak melukai, justru pukulan itu membuat siswa menjadi lebih disiplin dan mau memperbaiki diri. Pukulan itulah yang mengantarkannya menjadi hakim seperti sekarang.

Peristiwa yang terjadi di Jordania belum lama ini dimuat di salah satu media Malaysia. Peristiwa ini menjadi pelajaran yang berharga bagi setiap orangtua.

Dulu ketika kita nakal atau membangkang, kita selalu dihukum oleh guru. Kemudian jika kita melapor kepada orangtua kita di rumah, mereka bukan malah melaporkan guru tersebut, tapi mereka akan menasihati kita bahwa apa yang guru lakukan adalah semata-mata untuk membimbing kita.

Berbeda dengan sekarang, tak sedikit berita orangtua yang melaporkan guru anaknya ke polisi karena dinilai telah melakukan kekerasan pada anaknya.

Seperti kejadian yang terjadi di Majalengka, seorang guru harus berurusan dengan polisi, pengadilan bahkan sampai ke Mahkamah Agung karena dilaporkan mencukur rambut siswanya yang gondrong. []

 

Sumber: Facebook/Ahmad Bahri


Artikel Terkait :

About Ferry Ardiyanto Kurniawan

Seorang anak muda dengan cita-cita luhur yang sedang berproses secara perlahan tanpa jeda!

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *