Foto: jadiberita

Kisah Inspiratif di Balik 5 Polisi Indonesia

Foto: jadiberita

INSPIRADATA. Polisi, salah satu alat keamanan negara, badan negara yang bertugas memelihara keamanan dan ketertiban umum. Meski begitu, kata sebagian orang masih banyak juga oknum polisi yang memanfaatkan kepercayaan negara tersebut dengan tidak benar. 

Tapi semoga saja pikiran kita tak selamanya seperti itu, berasumsi buruk dan menutup pikiran dari kewibawaan sosok polisi. Berikut sepenggal kisah dari polisi yang selain berwibawa dengan seragam kebanggaannya serta menjalankan amanah negara, tapi juga berperan manis di belakang “kepolisiannya” juga.

1. Brigadir Guritno, Polisi dan Guru SD & Ngaji

Brigadir Guritno Bidjuni, anggota Polsek Bone Polres Bone Bolango ini dengan tulus dan ikhlas menjadi guru di SDN 6 kecamatan Bone, kabupaten Bone Bolango, tanpa dibayar.

Kurangnya guru di SDN 6 Bone tersebut membuat Brigadir Guritno merasa terpanggil jiwanya untuk ikut mengajar menjadi guru sukarela. Ia mengaku dalam aktivitasnya menjadi guru sukarela tidak mengganggu pekerjaannya sebagai abdi negara. Ini malah menjadi motivasi untuk memajukan dunia pendidikan. Brigadir Guritno juga mengajar ngaji anak-anak di rumahnya yang sederhana.

2. Bripka Seladi, Polisi dan Pemungut Sampah

Sempat disorot media, kisah anggota kepolisian yang bertugas di Polres Malang Kota, Bripka Seladi, banyak membuat masyarakat terenyuh.

Sehari-harinya usai berdinas di kepolisian, bapak 3 anak ini rela melakoni pekerjaan sampingan yang dianggap rendah oleh masyarakat, yaitu menjadi pemungut sampah alias pemulung. Dari pekerjaan sambilan tersebut, Seladi mendapat penghasilan tambahan Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per hari. Meski demikian, Seladi mengaku ikhlas dan bangga dengan penghasilan tambahan seadanya tersebut, daripada harus menerima suap.

3. Bripka Junaidin, Polisi dan Guru Tahfiz Al-Quran

Di samping kesibukan Bripka Junaidin bertugas sebagai aparat negara, Junaidin menyisipkan waktunya untuk mengajar hafalan Alquran di pesantren Al Fatur Alim miliknya sendiri yang terletak di dusun So Nggela Kelurahan Jati Wangi.

Pesantren Al Fatur Alim milik Junaidin ini dibangun sejak tahun 2009 dengan jerih payah dan biaya dari kantong pribadi, dengan menyisihkan gaji yang diperoleh tiap bulannya. Pada proses pembangunannya, Junaidin tidak menggunakan jasa tukang, semua dilakukanya sendiri dengan dibantu oleh warga sekitar. Bahkan mengangkut bahan baku seperti pasir, batu dan seluruh bangunan dilakukan sendiri.

4. Brigadier Piether, Penyemangat dan Penyambung Anak Putus Sekolah

Kehadiran seorang polisi anggota Polres Mamuju, Polda Sulawesi Selatan, Brigadir Piether Paembonan justru dinanti-nanti oleh anak-anak di sekolah. Bagi mereka, Brigadir Piether merupakan sosok panutan, guru, teman, polisi, dan orangtua.

Di tengah kesibukannya berdinas di Polres Mamuju, Brigadir Piether juga masih menyempatkan waktu menjadi pengajar lepas di beberapa sekolah di Mamuju. Ia pun terlibat langsung menyelamatkan nasib anak-anak putus sekolah. Hingga akhirnya usahannya tidak sia-sia, sebanyak 178 anak-anak putus sekolah, bisa kembali mengenyam bangku pendidikan.

5. Kompol Mustaqim, Polisi dan Pemilik Yayasan Pendidikan Gratis

Yang terbaru datang dari sekolah Al-Huda di Dusun Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Banyuwangi, Jawa Timur. Sekolah ini tak pernah memungut uang pendidikan sekolah bagi siswa-siswinya yang belajar di sana.

Yayasan Pendidikan Al-Huda itu milik Kompol Mustaqim, seorang perwira menengah di Polres Banyuwangi. Kompol Mustaqim mendapatkan amanah dari orangtuanya untuk meneruskan lembaga pendidikan yang didirikan pada tahun 1954 itu. Hingga saat ini, sekolah setingkat SMA di wilayah Desa Bomo itu sudah memiliki murid sejumlah 221 siswa.  []

Sumber: jadiberita


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *