Unik, Informatif , Inspiratif

Kisah Miris Kakek yang Hidup dan Berkehidupan di Becak

0
, Kisah Miris Kakek yang Hidup dan Berkehidupan di Becak
Hidup dan Berkehidupan di Becak (foto: arah.com)

INSPIRADATA. Sambil menikmati rokok, duduk di kursi dan bersandar ke becaknya. Kakek berusia 70 tahun ini hidup dan berkehidupan di becak tercintanya.

Ialah Ade Akbar. Sehari-harinya dia menghabiskan waktu di atas becak yang sedang diparkirkan di Jl. Holis, Kelurahan Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon, Bandung.

Bukan sedang menunggu penumpang, becak yang setiap hari dikayuhnya adalah tempat tinggalnya sejak 20 tahun silam. Menggunakan kemeja lengan pendek berkelir hijau dan kain sarung kusam, Ade menjadikan becaknya sebagai kendaraan untuk mencari nafkah.

“Dulu tinggalnya di depan situ, tapi udah dijual, karena dulu istri sakit keras, setelah istri meninggal mulai tinggal di becak aja,” ujarnya kepada arah.com, Rabu (26/04/2017).

Setiap hari, Ade melakukan aktivitasnya di becak. Beberapa pakaian diselipkan di bagian atap becaknya. Untuk keperluan mencuci, Ade sudah menyiapkan ember, sabun, serta sikat gigi yang disimpan rapi di dinding dekat becaknya.

BACA JUGA
Kisah Pria yang Hidup 3 Tahun di Plafon WC, Ada Apa?
Prihatin, Sang Kakek Jalan Ngesot ke Pasar, Mana Keluarganya?

“Ya di sini aja airnya kadang ada yang lewat terus beli, kalau mandi atau ke jamban biasanya pas lagi narik aja sekalian lewat pas nemu kamar kecil, bisa di masjid atau yang melewatinya aja,” katanya.

Bapak dari empat anak dan delapan cucu ini mengaku sesekali mengunjungi anaknya. Beberapa kali juga anaknya memintanya untuk berhenti bekerja dan tinggal bersama. Namun, ia mengaku tak mau menyusahkan, sehingga memutuskan tetap menarik becak dan tinggal di becak.

“Basa basi ada, minta tinggal aja sama anak, tapi nggak enak, anak juga masih ngontrak kebutuhannya juga banyak nggak mau merepotkan, saya mau ngontrak sendiri juga sekarang kontrakan juga mahal” tuturnya.

Penghasilannya dari menarik becak tak lebih dari 50 ribu Rupiah per hari. Uang itu ia gunakan untuk keperluan beberapa hari karena penghasilannya tak menentu.

“Paling besar itu Rp50 ribu, itu juga pasti untuk bekal untuk beli keperluan karena kan nggak setiap hari dapat segitu, kadang dapat kadang nggak,” kata dia.

Saat ditemui di lokasi, Ade mengaku sudah beberapa hari tak menarik becak karena sedang tak enak badan. Ia lebih memilih mengonsumsi obat-obatan warung ketimbang harus ke dokter karena minimnya biaya.

“Ini sudah dua atau tiga hari nggak narik, tidur aja soalnya nggak kuat, panas dingin terus kaki susah mau jalan,” terangnya. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.