Al Qur'an

Kisah Kesucian Hati, Dibuat Pingsan oleh Al Qur’an

Kelembutan dan kebersihan hati menjadi suatu keberkahan tertentu bagi seorang yang hidup beragama. Segala kebaikan yang ada, dengan cepat meresap ke dalam diri.

Salah satu dari sekian banyak kisah tentang kesucian hati terekam dari seorang putra dari ulama masyhur Fudail bin Iyad, Ali bin Fudhail dengan Al Qur’an.

Muhammad bin Najiah mengatakan, suatu waktu ia shalat Subuh berjamaah dengan Fudail bin Iyad yang membaca surah Al-Haqqah. Ketika sampai pada ayat:

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (٣٠) ثُمَّ ٱلْجَحِيمَ صَلُّوهُ (٣١) ثُمَّ فِى سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَٱسْلُكُوهُ (٣٢)

“(Allah berfirman), ‘Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya. Kemudian, masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala . kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta.” (QS al-Haqqah [69]: 30-32)

Fudail pun tak kuasa mnahan tangis. Di belakangnya ada Ali – anak Fudail – satu barisan dengan Muhammad. Ali jatuh pingsan. Namun, fudail tetap melanjutkan rukuk dan sujud, kemudian berdiri, lalu melanjurkan bacaan surah tersebut. Ketika selesai shalat, kami menggotong Ali ke rumahnya. Ia tak sadarkan diri sampai waktu Asar.

“Hal apa yang menimpa Ali, wahai Abu Ali?” seseorang bertanya kepada Fudail.

“Aku tidak mengetahui yang lain, kecuali karena kesucian hatinya,” jawab Fudail.

Dalam riwayat lain disebutkan, dari Abu Bakar bin Ayyash, ia mengatakan baha ia shalat Magrib berjamaah di belakang Fudail bin Iyad. Di sampingnya ada anaknya yang bernama Ali.

Fudhail membaca:

أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ

“Beregah-megahan telah melalaikan kamu.” (Q S at-Takatsur: 1)

Sampai pada ayat:

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ

“Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim.” (Q S at-Takatsur: 6)

Tiba-tiba Ali jatuh pingsan. Fudail tidak dapat melanjutkan bacaan ayat tersebut dan ia pun shalat seperti orang yang ketakutan.

Abu Bakar bin Ayyash berkata pada dirinya, “Wahai kamu, apakah kamu tidak mempunyai rasa takut yang dimiliki okeh Fudhail dan putranya?”

Abu Bakar pun menjaga Ali. Ia tidak sadarkan diri hingga pertengahan malam.

Referensi: Suryana, Endang. Dahsyatnya Efek Al-Qur’an: Kisah-kisah Berurai Air Mata dari Orang-orang Shalih. 2014. Solo: Tinta Medina


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *