Foto: Facebook

Kisah Perjuangan Bu Lusia Mencerdaskan Siswa-siswanya di Kalimantan Barat

Foto: Facebook

Guru memang menjadi sosok yang paling berperan dalam pendidikan. Salah satu sikap yang penting dimiliki seorang guru yakni jiwa mengabdi untuk mendidik. Tentu dalam pengabdian ini, seorang guru harus siap ditempatkan dimanapun dan dengan kondisi apapun.

Bahkan dalam kondisi tertentu, seorang guru harus menerima beragam tantangan. Meskipun tak tanggung-tanggung seorang guru harus melawan derasnya sungai sebelum mengajar. Kondisi seperti itulah yang dialami Bu Lusia. Ia seorang guru di SD Negeri Nomor 27 Sungai Manyan, Kecamatan Dedai, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Untuk mengajar, Bu Lusia harus berjuang melawan derasnya air sungai. Perjuangan itu diketahui dalam sebuah foto yang diunggah akun Facebook Askiman Sintang, yang tak lain adalah Wakil Bupati Kabupaten Sintang.

“Perjuangan seorang guru di pedalaman terpencil perhuluan kayan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,”  demikian tulisan yang menyertai foto yang diunggah Askiman pada Sabtu (18/03/2017).

Dalam foto itu, terlihat sosok Lusia yang mengenakan seragam batik berwarna putih sedang meniti jembatan yang terbuat dari sebatang bambu dengan beberapa tiang sebagai pegangan.

Askiman menuturkan, sosok Lusia dalam foto yang diunggahnya tersebut mulai mengajar dari tahun 2002 sebagai guru kontrak di daerah hingga tahun 2006.

“Kemudian pada tahun 2007 ia menjadi CPNS dan diangkat sebagai PNS pada tahun 2009 dengan golongan IIIb,” ujar Askiman mengawali ceritanya, sebagaimana dilansir Kompas.

“Sebetulnya jarak dari rumah Lusia ke sekolah tidak terlalu jauh, kendalanya kalau banjir ya melewati sungai itu, selalu airnya di atas jembatan yang ada, jembatan itu sudah lumayan lama dibangun mungkin sekitar 20 tahun lalu,” ungkap Askiman. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *