Unik, Informatif , Inspiratif

Kisah Putri Pedagang Angkringan yang Menjadi Lulusan Terbaik di Kampusnya

0

Kisah menyentuh hati nan membanggakan datang dari seorang gadis yang meraih gelar lulusan terbaik di kampusnya baru-baru ini. Ia adalah Nurasih asal Sleman, Yogyakarta.

Dikutip Vemale dari merdeka.com, Nurasih yang kini berusia 24 tahun ini adalah lulusan terbaik di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Ia mengambil jurusan akuntansi. Selama ini, Nurasih yang merupakan putri seorang pedagang angkringan, hidup serba pas-pasan. Ia mau tak mau merasakan getirnya kehidupan untuk terus berjuang demi mencukupi segala kebutuhannya dan mendapatkan pendidikan terbaik.

Nurasih, sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas, berharap besar agar dapat kuliah dan mendapatkan pendidikan tinggi sebaik-baiknya. Namun, saat mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri setelah lulus SMK, ia pun gagal. Tetapi hal ini tak membuat semangatnya goyah, atas nasehat guru-gurunya, dengan segala keterbatasannya gadis ini melanjutkan pendidikannya di kampus swasta.

Beruntung, berkat ketekunan dan kecerdasaannya, Nurasih mendapat beasiswa di kampusnya. Beasiswa inilah yang akhirnya sedikit meringankan beban orangtua juga dirinya sendiri. “Kebetulan waktu itu saya diterima lewat jalur Bidik Misi di UMY. Jadi semua biaya kuliah ditanggung pemerintah. Kalau suruh bayar sendiri mungkin ibu saya tidak mampu. Ayah saya sejak kecil sudah tidak pernah bertemu.”

Menurut gadis lulusan Akuntansi UMY ini, sejak kecil hidupnya serba pas-pasan. Ibunya, Sujeti terbiasa kerja keras demi mencukupi kebutuhannya dan kakaknya. Setiap hari, ibunya jualan nasi kucing dan gorengan yang dititipkan warung dekat rumahnya. Per hari, pendapatan ibunya sekitar Rp30 ribu. Pendapatan ini hanya cukup untuk menutupi kebutuhan sehari-hari mereka.

Tak ingin menambah beban sang ibu, selama kuliah Nurasih pun harus pandai-pandai memutar otak, mengelola keuangan dan mencari biaya tambahan. Sembari kuliah, gadis ini juga menyambi kerja di sebuah biro perjalanan. Pagi kuliah, siang kerja dan malam belajar tentu membuat Nurasih sangat kelelahan. Namun ia tak pernah pantang menyerah.

Pada tanggal 21 Oktober 2017, perjuangannya akhirnya terbayarkan. Nurasih mendapatkan gelar sarjana dab bahkan ia meraih gelar lulusan terbaik dengan IPK 3,94 dengan masa studi selama 3 tahun 11 bulan di kampusnya. Ia menjadi menjadi salah satu lulusan terbaik di mana dirinya akan menjadi inspirasi banyak orang.

Nurasih membuktikan bahwa untuk meraih mimpi, keterbatasan bukan halangan untuk berprestasi dan mendapatkan pendidikan terbaik. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline