Unik, Informatif , Inspiratif

Kisah Sandiaga Uno; Pernah jadi Pengangguran hingga Masuk Jajaran Orang Terkaya di Indonesia

0

SIAPA tak kenal dengan Sandiaga Salahuddin Uno? Calon Wakil Presiden RI dan mantan Gubernur DKI ini, dulunya adalah seorang pebisnis sukses bahkan masuk dalam jajaran orang terkaya di Indonesia versi Globe Asia tahun 2018. Ia sudah makan asam garam dalam kehidupan, termasuk soal karier. Namun siapa sangka, Sandi ternyata pernah jadi pengangguran sampai tak punya uang untuk bayar sewa rumah.

Setelah tamat dari SMA Pangudi Luhur, Jakarta, Sandi yang berdarah Gorontalo ini memilih melanjutkan kuliah di Amerika Serikat. Ia lulus berpredikat summa cumlaude dan meraih gelar Sarjana Administrasi Bisnis di Wichita State University.

BACA JUGA: Sandiaga Uno Suka Minum Infused Water, Apa sih Manfaatnya?

Sandi mengawali karier di tahun 1990 sebagai karyawan di Bank Summa. Di sini, ia ditempat dan mendapatkan mentoring dari pemilik Bank Summa, William Soeryadjaya. Selang satu tahun kemudian, ia meraih beasiswa untuk melanjutkan pendidikan di bidang ilmu yang sama seperti sebelumnya.

Berbekal gelar M.B.A dari George Washington University, AS pada tahun 1993, Sandi memilih berkarier di Singapura sebagai manajer investasi pada perusahaan Seapower Asia Investment Limited. Pada tahun berikutnya, mengambil kesempatan bekerja di MP Holding Limited Group.

Hingga akhirnya pada 1995, Sandi didapuk sebagai Wakil Presiden Eksekutif di NTI Resources Ltd. Ia menikmati gaji sangat fantastis sebesar USD8.000 per bulan. Namun badai krisis moneter (krismon) di tahun 1997 menyebabkan perusahaan tersebut bangkrut, dan harus rela kehilangan pekerjaan.

Akibat krismon, investasinya di pasar saham mengalami kerugian besar. Akhirnya Sandi pulang ke Indonesia sebagai seorang pengangguran. Tak putus asa, ia mulai melamar pekerjaan ke sana kemari. Sayang disayang, tak ada satupun yang melirik lamaran pekerjaannya.

Kondisi ekonomi di Tanah Air saat itu memang sangat sulit sehingga Sandi tak mampu membayar uang sewa rumah dan harus pindah ke rumah orangtua di Jakarta.

Ketika Sandi mulai hampir menyerah, namun pikirannya kembali terbuka. Ia melihat peluang usaha di tengah kondisi krisis yang masih membelit Indonesia.

Bersama rekannya, Sandi mendirikan perusahaan penasihat keuangan PT Recapital Advisors. Ia menjalankan bisnis tersebut di bawah asuhan mantan bosnya, William Soeryadjaya.

Pada 1999, Sandi berkolaborasi dengan Edwin Soeryadjaya mendirikan PT Saratoga Investama Sedaya, sebuah perusahaan investasi di bidang pertambangan, telekomunikasi, serta produk kehutanan. Saratoga bekerja dengan cara mengumpulkan investasi untuk mengakuisisi perusahaan ‘sakit’, lalu membenahi kinerja perusahaan tersebut. Setelah kondisi perusahaan membaik, aset perusahaan dijual dengan harga lebih tinggi.

Bisnis Sandi mengelola Saratoga terbilang sukses. Dalam waktu 10 tahun, perusahaan tersebut berhasil mengambilalih 12 perusahaan, di antaranya yang berhasil dijual kembali adalah PT Dipasena Citra Darmaja, PT BTPN, serta PT Astra Microtronics.

BACA JUGA: Kenapa Maju Jadi Cawapres, Ini Pernyataan Sandiaga Uno

Tak hanya itu, Sandi tercatat dalam jajaran direksi berbagai perusahaan. Setidaknya ada lima perusahaan juga dikelolanya, yakni PT Adaro Indonesia, PT Indonesia Bulk Terminal, PT Mitra Global Telekomunikasi Indonesia, Interra Resources Limited, dan PT. iForte Solusi Infotek.

Sandi selalu mengajak para pengusaha termasuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UMKM) menerapkan etos kerja 4S, yaitu kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, dan kerja ikhlas.

Sandi selalu mengatakan, kesuksesan berawal dari rasa berani dan optimisme. Meski relasi penting, namun unsur kesuksesan yang utama adalah bekerja keras dan menjaga kepercayaan. []

SUMBER: CERMATI

 


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline