Unik, Informatif , Inspiratif

Kisah Sukses Asma Nadia Jadi Penulis Sukses

0
, Kisah Sukses Asma Nadia Jadi Penulis Sukses
Foto: Asma Nadia

INSPIRADATA. Asma Nadia. Siapa yang tidak kenal dengan penulis novel ini, bahkan beberapa novelnya pun telah diangkat menjadi film yang mendulang kesuksesan di hati masyarakat Indonesia.

Dilansir oleh Detik, wanita kelahiran 1972 ini, menceritakan perjalanan karirnya yang ternyata tidak seindah kesuksesan yang anda lihat saat ini.

Asma Nadia menceritakan bahwa menulis adalah hobi bagi dirinya. Namun sebelum Asma terjun lebih dalam dengan karya tulis cerpen dan bukunya, ia terlebih dahulu telah menjadi pengarang lagu.

“Saya pernah mengalami patah semangat saat saya menulis. Karena sering diejek dan dicela oleh teman-teman. Hal ini yang membuat saya membuat semangat menulis saya padam,” ujar Asma Nadia.

Menurutnya, dia mulai menulis ketika duduk di bangku SMP. Namun, seiring berjalannya waktu, Asma mulai serius untuk menulis dan cerpennya itu dimuat oleh salah satu majalah. Tulisan cerpen pertamanya itu mengisahkan tentang kerinduan Asma tentang keponakannya yang telah berada di sisi Tuhan YME.

“Saat itu saya masih kuliah tingkat satu, ada anaknya teman keponakan yang usianya setahun sebelas hari meninggal. Itu anak imut yang jadi kesayangan kita semua dan aku kangen sama dia. Aku buat semacam tulisan judulnya Surat Buat Asadullah di Surga,” kata Asma Nadia.

Semenjak cerpen ‘Surat Buat Asadullah di Surga’ dimuat oleh majalah Anida, Asma terus menjalankan hobi menulisnya. Meski telah berkarya dengan 53 buku, penulis novel nonfiksi ‘Catatan Hati Seorang Istri’ ini mengakui dirinya sebagai penulis yang tidak percaya diri.

“Saya juga sempat diomelin sama suami kenapa sih harus tidak percaya diri? Terus teman-teman juga pada bilang kamukan udah menang lomba ini, dapat penghargaan terbaik tapi masih aja nggak percaya diri,” kata Asma Nadia.

Namun Asma memutuskan untu tetap memelihara rasa tidak percaya dirinya. Menurut wanita keturunan Aceh Tionghoa ini rasa tak percaya diri dapat mendorong dirinya untuk tetap menulis,terus berkarya dan berproses menjadi lebih baik.

Sampai kemudian pada tahun 2000 Asma Nadia meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Lentera Kehidupan. Buku itu menceritakan kisah luar biasa dari orang-orang biasa. Namun Asma tak merasa bangga dengan bukunya itu karena kecewa dengan pihak penerbit yang mendesain covernya.

BACA JUGA: 

Papan Peringatan ‘Jangan Buang Sampah Sembarangan’ Ini Bikin Jleb

Gadis Ini Kerjakan PR di Tempat Orangtuanya Bekerja

Sejak saat itu, Asma mulai memiliki ketertarikan pada bidang layout dan desain. Kemudian pada 2009, penulis buku ‘Emak Ingin Naik Haji’ ini merintis penerbitan dengan nama Asma Nadia Publishing House. Tak hanya sekadar penerbit biasa, Asma ingin setiap bukunya itu bukan hanya sekadar sebagai hiburan dan bacaan saja tetapi juga dapat memberikan kontribusi terhadap tercapainya mimpi seseorang. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.