Unik, Informatif , Inspiratif

Kisah Sukses Mahasiswi Unpad, Jadi Pengusaha Ayam Seribu

0
, Kisah Sukses Mahasiswi Unpad, Jadi Pengusaha Ayam Seribu
Foto: Mahasiswi Unpad (CNN)

INSPIRADATA. Hani Nurliyani, mahasiswi yang tengah melanjutkan profesi apoteker di Fakultas Farmasi Unpad. Merupakan salah satu mahasiswi peraih beasiswa bidikmisi yang terbilang sukses dalam urusan berwirausaha.

Dilansir oleh CNIndonesia, Bermula dengan berjualan gorengan hingga kini membuka usaha catering. Prinsip yang dipegang teguh mojang Majalengka ini adalah jangan pernah lelah untuk berproses.

“Awalnya saya bisa sampai seperti ini adalah bakat, bakat ku butuh. Pada waktu itu saya hanya terpikir bagaimana untuk menghasilkan uang,” ujar Hani.

Awal perjuangan Hani ternyata sudah dimulai sejak dia mendaftar perguruan tinggi. Kedua orang tua tidak mengizinkannya karena terbelit biaya.

“Waktu saya masuk Unpad, saya dititipin di panti asuhan sama wali kelas SMA saking minim biaya dan engga ada saudara di sini. Alhamdulillah juga saya dapet undangan,” katanya.

Hani diketahui lulus SMA pada November 2016 lalu. Penghujung 2015 merupakan gerbang awal Hani untuk meraih kesuksesan, dengan membuka salah satu kedai di Saung Ciseke Kecil, Hani menciptakan Ayam Seribu, Sehat Racikan Ibu. Memiliki latar belakang pendidikan kesehatan itulah yang membuat dara yang pernah menjadi tutor workshop business model canvas dalam acara CEO Talk menciptakan panganan yang sehat.

“Kan saya lulusan farmasi, makanya saya ingin menciptakan sesuatu yang sehat dan ayam seribu ini tidak mengandung MSG sama sekali,” ujarnya.

Hani pun mengatakan bahwa sebelum bergelut dengan dunia catering, Hani sempat membuka kedai awug, salah satu makanan bercita rasa manis khas Sunda yang terbuat dari beras. Ia memulainya dengan menggunakan gerobak kecil di pinggir jalan Gerlam. Akan tetapi, usahanya itu tak berjalan lama karena mengalami beberapa kendala.

“Karena banyak preman yang ganggu dan kurang minat pembeli akhirnya rugi, padahal modal yang saya pakai adalah uang dari bantuan bidik misi” ujarnya.

Akhirnya untuk mengganti kerugian tersebut dia memutar otak dengan menggaji pegawainya dengan kembali berjualan gorengan.

Melihat singkatan dari nama usahanya yaitu Ayam Seribu, Sehat Racikan Ibu, memang pada awalnya sang ibulah yang membantu membuat takaran yang pas untuk usahanya. Setelah sang ibu kembali ke Majalengka, ia pun harus melakukannya sendiri. “Awalnya memang dibantu ibu pas bikin pertama tapi pas udah pulang ya bikin sendiri dibantu tetangga di sekitar kontrakan. Kuncinya sih bisa membagi waktu apalagi waktu itu masih banyak praktikum, laprak, dan lain-lain,” ujarnya.

Meski sempat rugi karena usaha awugnya, kini omzet perbulnnya adalah 30 juta.

“Kalau dulu saya menyerah mungkin sekarang Ayam Seribu gak ada. Balik lagi jangan pernah lelah untuk berproses,” ujarnya.

Wanita yang pernah menjadi pengurus divisi kewirausahaan Keluarga Mahasiswa Bidikmisi (Kabim) Unpad tak melupakan rekan-rekannya dengan merekrut mereka di bagian pemasaran catering. “Kalau mereka dapat konsumen, mereka akan mendapat komisi,” ujarnya. Kini terdapat 10 orang mitra bagian pemasaran, dua orang bagian media sosial, dan dua pekerja tetap bagian produksi.

BACA JUGA:

Dipandang Sebelah Mata, Santri Ini Buktikan dengan Kesuksesannya

Inilah Kisah Sukses Pengusaha dari Indonesia

Hani pun mendukung sekali bila ada mahasiswa bidikmisi yang merintis usaha sepertinya. “Pesan saya untuk anak bidikmisi yang lagi merintis usaha sih kuatin lagi niatnya. Kegagalan itu pasti ada dan habiskan jatah kegagalan kita di usia muda. Nah yang terpenting, hati-hati dengan rasa malas,” ujarnya. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.