waktu terbaik pacaran
Foto: Pixabay

Kisah Titin Sumarni, Ibu Penuh Kasih Sayang dan Anaknya yang Tegar

Bagi Orang tua, anak merupakan anugerah terindah yang Allah berikan. Akan tetapi, anak-anak yang lahir ke dunia tak semuanya sempurna.

Melihat keadaan anak yang tak sempurna, seorang ibu pun pasti merasa sedih. Sama halnya apabila sang buah hati mengalami low vision, bahkan ketika anak tersebut baru berusia tiga bulan. Titin Sumarni, ialah ibu tangguh orang tua dari putri cantiknya bernama Natalia Widjaya yang tak dapat lagi melihat dengan normal.

“Awalnya kata dokter ada pembentukan tulang matanya kurang sempurna karena kekurangan vitamin A. Jadi dia tidak bisa melihat dengan sempurna,” kata Titin.

Walau sempat tak menerima kenyataan dengan kondisi anaknya, namun ia tetap berusaha. Seperti membawa Natalia untuk menjalani transplantasi mata ke Singapura. Titin mengatakan, operasi itu tidak berhasil.

Karena dokter mengatakan tubuh Natalia menolak mata barunya yang didapatkan dari pendonor asal Amerika, operasi itu tidak berhasil.

“Transplantasi sekali, operasi yang lain 12 kali. Tapi ternyata tubuhnya menolak, apapun yang masuk ke dalam tubuhnya ditolak. Bahkan obat pun ditolak, badan dia malah jadi gemuk. Alat yang dimasukin ke mata tetap nggak mau juga,” ungkapnya.

Tentu, rasa putus asa pun menghampiri Titin, ia takut akan masa depan anaknya akan seperti apa. Namun, kata Titin justru Natalia menanggapi sebaliknya.

Natalia kata Titin justru menerima apa yang telah diberikan Tuhan padanya. Ia menolak operasi ataupun transplantasi lagi. Menurut Natalia, hidupnya sudah bahagia, bisa bermain, bersekolah dan merasakan kasih sayang orangtuanya.

“Natali anaknya dewasa, saya mulai bisa nerima saat Natalia bilang ke saya setelah gagal operasi, ‘Udahlah mi jangan operasi lagi. Aku udah nerima yang Tuhan kasih, nggak bisa lihat nggak apa-apa, yang penting bisa lihat mami, bisa main sama teman-teman’. Kalau dia saja bisa, kenapa saya nggak,” terang Titin,

Semoga kisah inspirasi ini bisa memotivasi kita untuk tetap semangat dalam menjalani hidup walau sesulit apapun. Cerita ini dikutip dari vemale.com. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *