abdul somad
Foto: detikcom/Islampos

Kisah Ustaz Somad dan Firaun Bercelana Dalam

Dai kondang asal Riau Ustaz Abdul Somad berkisah pengalamannya saat berada di Mesir. Ketika itu, ia ingin sekali bertemu Firaun, orang yang disebut dalam Alquran sebagai manusia durhaka dan terlaknat karena menganggap dirinya Tuhan.

Alhasil, berangatlah Ustaz Somad mengunjungi Tahrir Square di pusat kota Kairo, Mesir, yaitu tempat penyimpanan banyak peninggalan Mesir Kuno dimuseumkan dengan simbol seperti artefak, patung, dan peti mati.

“Ada namanya Tahrir Square, Firaun terbujur kaku. Saya sampai Mesir ingin bertemu Firaun, mana kamarnya, mana kamar Firaun? Atas. Oh rupanya setelah mati kamarnya masih di atas,” kata Ustaz Somad.

Ia pun naik ke atas walaupun saat mau masuk ke dalam bergetar hatinya.

“Kenapa? Tiket tertulis 100 pon. Akhirnya saat sudah bayar dalam hati saya celaka Firaun sudah mati bayar juga,” katanya.

Saat di dalam ia melihat turis asing beserta anaknya yang menertawai mumi Firaun.

Lantas, hal ini membuatnya berpikir bahwa pada saat ia menjadi raja, ia menghabisi banyak nyawa anak-anak.

Namun, sekarang berbalik, dalam peti kaca mumi Firaun menjadi bahan tertawaan anak-anak pengunjung Tahrir Square.

“Sampai ke dalam saya lihat beberapa bule beserta anak mereka. Dulu Firaun menyembelih anak-anak tapi hari itu anak-anak tertawa, lucu lucu lucu,” katanya.

Dengan mendekati kaca mumi Firaun, Ustaz Somad mulai mengamati rambut mumi serta bagian tubuh lainya sembari membacakan Ayat Kursi dan meniupkannya ke arah mumi Firaun.

“Iya terbujur kaku di dalam kaca, saya dekati kaca itu, saya lihat dekat-dekat dari ujung rambut saya perhatikan seperti rambut jagung warna pirang, hidungnya tetap mancung, kulitnya kering seperti ikan lele yang baru digoreng,” kata Ustaz Somad.

“Saya lihat ujung kakinya tapi dia tetap pakai celana dalam. Saat lihat wajah Firaun, saya baca ayat kursi. Saya tiup beberapa kali, saya takut jin-jin setan menyertai saya pulang. Saya tengok matanya, yang saya khawatirkan saya tengok matanya tiba-tiba berkedip, apa tak pingsan saya,” tambahnya sambil ketawa.

Pelajaran penting yang dapat diambil adalah manusia paling kejam di Mesir yang mau membunuh Nabi Musa dan akhirnya ia pun mati.

Ia menyampaikan setiap umat manusia sampai masanya semua akan mati meskipun sehebat apa pun manusia tersebut.

“Pelajaran penting, inilah manusia terlaknat yang mau membunuh yang mau membunuh nabi Musa. Musa meninggal, Firaun mati. Dunia ada zamannya, zaman ada dunianya. Panggung ada masanya, masa ada panggungnya, dan sampai masanya semua mati,” ungkapnya dikutip dari bersamadakwah. []


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

fungsi pangkal tusuk gigi

Di Balik Populernya Tusuk Gigi di Dunia, Ini Sejarahnya

Sekitar tahun 1870, ia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *