Foto: Free Desktop Wallpapers

Kita, Bak Lampu Minyak

lampu minyak
lampu minyak (Foto: Free Desktop Wallpapers)

INSPIRADATA. Bila kita mengetahui yang hak mengenai kehidupannya di dunia, tentulah tak ada yang akan diperjuangkan sampai merusak hubungannya dengan Sang Pencipta. Hidup itu ibarat lampu minyak, minyak habis –kita pun habis (mati).

Makanan bukan minyak kita untuk hidup, minuman bukan minyak kita untuk menyiram dahaga kehidupan. Yang ada hanyalah pelumas saja, agar minyak mengalir dengan lancar dan meresap dengan taka da hambatan.

Sehingga pelumas tersebut menjadikan tujuan dan api semangat kita berkobar dengan indah, apakah itu?

Itulah yang namanya “berhubungan dengan Sang Pencipta” kita semua, menenangkan hati dan mendinginkan akal.

Mengingat kapan dan bagaimana kita nanti mejadi lampu minyak yang mati, tampaknya akan membuat kita sejuk. Selalu mengingat mati akan membuat kita seolah pengembara saja yang berteduh di bawah pohon untuk mengistirahatkan diri. []


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *