foto: duniaku network

Klakson Telolet Bikin Bising, Benarkah?

foto: duniaku network

INSPIRADATA. Klakson telolet tengah mewabah di Indonesia, jargon “Om Telolet Om” bahkan mendunia. Namun ada juga yang beranggapan klakson telolet itu bising.

Beberapa dinas perhubungan di Jawa Tengah melakukan pengukuran tingkat kebisingan suara klakson telolet itu. Berdasarkan hasil pengujian, Soegijopranoto Djoko Setijowarno, Pengamat Transportasi, mengatakan klakson telolet tidak melanggar aturan.

“Dari hasil pengukuran terhadap bus PO Haryanto dan PO Harapan Jaya, ditemukan output suara klakson sebesar 90-92 dB (desibel),” kata Djoko, lansir Tempo.

Output klakson sebesar itu, kata Djoko, tak melanggar aturan. Sesuai dengan Pasal 69 Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang Kendaraan, suara klakson paling rendah adalah 83 desibel (dB) dan paling tinggi 118 dB.

Jika rendah, suaranya tak terdengar, sedangkan jika terlalu tinggi, akan bising dan cenderung mengagetkan pengguna jalan lain.

Djoko menambahkan, klakson multinada atau populer dengan sebutan “Om Telolet Om” itu rata-rata hanya mengeluarkan suara sebesar 92 desibel atau masih di bawah ambang batas 100 desibel.

Selain itu, klakson telolet bagian dari komponen variasi kendaraan besar yang legal. Sebab, klakson ini termasuk komponen yang ada di agen tunggal pemegang merek (ATPM) serta klaksonnya berstandar SNI. []


Artikel Terkait :

About Yudi

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *