Unik, Informatif , Inspiratif

Kontroversi Larangan Penutup Muka di Belanda

0

Baru-baru ini, pemerintah Belanda mengesahkan larangan penggunaan penutup muka di tempat umum. Pun begitu dengan penggunaan cadar dan niqab. Hal tersebut turut mengundang pro kontra.

BACA JUGA: Belanda Tetapkan Larangan Penggunaan Penutup Wajah, Politikus Anti-Islam Riang

Pakaian jenis ini dilarang digunakan di beberapa tempat umum, seperti di lembaga pendidikan, institusi kesehatan, rumah sakit, gedung pemerintah, dan transportasi umum.

Seperti yang dilansir dari Independent, Kamis, (28/06/2018), peraturan larangan menggunakan pakaian yang menutupi wajah disetujui setelah parlemen tinggi Belanda melakukan pemungutan suara.

Politisi ultrakanan dari Freedom Party Geert Wilders menyatakan disetujuinya peraturan tentang tata cara berbusana di ruang publik ini merupakan kemenangan besar.

Dalam peraturan yang telah disetujui parlemen Belanda, hijab tidak termasuk busana yang dilarang karena hanya menutupi rambut. Kemudian, penggunaan burqa dan niqab pun tak dilarang bila hanya di jalanan umum. Pemerintah Belanda mengklaim orang-orang akan tetap memiliki kebebasan penuh dalam memilih cara berpakaian.

BACA JUGA: Politisi Anti-Islam Belanda Gelar Lomba Karikatur Nabi Muhammad

Menilai aturan baru tersebut, Profesor antropologi dan sosiologi di Universitas Amsterdam Annelis Moors menyebut larangan penggunaan busana tertutup seperti niqab dan burqa akan mengikis ruang gerak perempuan Muslim di Belanda.

“Ini sebenarnya hampir larangan lengkap karena satu-satunya ruang yang masih tersedia bagi perempuan (yang mengenakan penutup wajah) adalah jalan dan sektor swasta,” kata dia.

Kendati demikian, Moors menilai, sektor swasta juga dapat mengadopsi peraturan serupa, yakni melarang penggunaan niqab dan burqa.

“Jadi, ini membuat perempuan sangat sedikit ruang,” tandasnya.

Namun, Senator dari Green Party, Ruard Ganzevoort, memiliki pandangan mirip dengan Moors. Ia berpendapat diadopsinya peraturan larangan penggunaan niqab dan burqa akan mempersempit ruang gerak perempuan di Belanda, khususnya mereka yang beragama Islam.

BACA JUGA: Politisi Anti-Islam Belanda Gelar Lomba Karikatur Nabi Muhammad

“Ini benar-benar tidak proporsional dan satu-satunya efek adalah banyak dari perempuan ini akan lebih banyak tinggal di rumah. Mereka tidak akan memiliki kesempatan pergi ke sekolah. Mereka tidak akan memiliki kesempatan belajar berenang, dan semua hal itu,” sambungnya. []

SUMBER: INDEPENDENT | GOMUSLIM


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline