Foto: Okezone

Kontroversi Sains yang Ada di Dekat Kita

kontroversi sains
kontroversi sains (foto: okezone)

INSPIRADATA. Sains dan kontroversi sains tidak hanya meliputi fakta, namun juga seringkali disisipkan di dalamnya asumsi-asumsi para peneliti yang mengundang kontroversi, atau mungkin kesalahan guru yang mengajarkan kepada muridnya.

Mulai dari sekolah dasar, sampai atas dan bahkan sampai perkuliahan. Kita sering mendengar hal-hal yang sering diucap-ucap, namun sebenarnya memang salah jika disandingkan dengan riset-riset yang bisa membuktikan.

Berikut beberapa hal yang dianggap fakta yang sering dipercaya, namun sebetulnya salah kaprah,

Air laut berwarna biru karena memantulkan warna langit

Hampir semua orang berpikir, bahwa warna biru air laut hanya sebatas hasil pantulan sinar matahari terhadap langit luas yang memiliki warna biru. Padahal, molekul air laut sebenarnya memiliki warna asli biru.

Namun, karena molekul air itu menyerap beberapa persentase warna biru dalam jumlah sedikit, maka warna birunya baru akan terlihat jelas ketika lautan tersebut cukup dalam.

Kecepatan listrik sama dengan kecepatan cahaya

Mungkin Anda sering mendengar statement, bahwa kecepatan listrik sama dengan kecepatan cahaya.

Kenyataannya, elektron dalam listrik yang notabene punya massa jelas tidak bisa bergerak secepat kecepatan cahaya.

Suhu dingin sebabkan flu

Hampir semua orang mempercayai fakta yang salah ini.

Tapi, Kalau Anda perlu kenyataannya, coba perhatikan baik-baik kalimat berikut: flu hanya akan muncul ketika penyebabnya berupa virus. Suhu dingin tidak punya andil dalam memicu flu di diri seseorang.

BACA JUGA
Sains dan Al-Quran Jelaskan Langit Sebagai Pelindung Bumi dari Meteor
Sains Ungkap Keuntungan Kenakan Jilbab

Planet bercincin hanya Saturnus

Mulai dai SD, kita selalu percaya bahwa Saturnus sebagai satu-satunya planet yang memiliki cincin.

Kenyataannya, beberapa planet lain seperti Uranus, Neptunus, dan Jupiter, juga memiliki cincin layaknya Saturnus. Hanya saja cincin yang dimiliki Planet Saturnus merupakan cincin yang paling terlihat jelas dan tentu saja ini menarik indra visual kita untuk mempersepsikan Saturnus sebagai satu-satunya planet bercincin.

Meteor yang sampai ke bumi bersuhu tinggi

Anda Pernah lihat film fiksi ilmiah yang menanyangkan gambar lahan di sekitar area meteor jatuh terbakar api membara?

Ya, itulah fakta sains yang salah. Api yang muncul akibat gesekan dengan atmosfer bumi memang melelehkan lapisan luar meteor tetapi tidak dengan bagian dalam meteor yang merupakan batu sebagai media atau konduktor yang buruk. Jadi, ketika sudah mendarat, hanya akan dirasakan suhu hangat, bukan panas.

Awan terbentuk karena udara dingin menahan uap air lebih sedikit

Namun, kenyataannya: udara tidak punya kemampuan atau kapasitas dalam menahan uap air. Awan terbentuk karena adanya kelembaban dan kondensasi dari temperatur air itu sendiri.

Kepercayaan ‘Bumi itu Bulat’ lahir setelah perjalanan Christopher Colombus

Jika Anda diberi pengetahuan bahwa sebelum penemuan Colombus, semua orang hanya mengerti bumi sebagai sebuah daratan datar yang luas, perlu kamu ketahui bahwa hal itu salah.

Jauh sebelum itu, para pelayar dan navigator pun sudah tahu kalau bumi itu bulat. Banyak para penjelajah yang telah melakukan penelitian sebelumnya, bahkan bisa disebut mengalahkan Colombus.

Tembok Raksasa Cina paling bisa dilihat dari ruang angkasa

Hanya karena ukurannya yang besar dan panjang, bukan berarti hanya Tembok Besar Tiongkok yang bisa dilihat dari satelit kita di ruang angkasa.

Ketika mengorbit dalam jarak rendah, obyek-obyek lain yang lebih kecil seperti jalan tol pun akan terlihat kok. Namun ketika sudah mengorbit dalam jarak yang relatif jauh, bahkan Tembok Besar Tiongkok tidak akan mudah dilihat oleh para astronot di luar angkasa sana.

Ada bagian dari bulan yang ‘akan selalu gelap’

Kepercayaan ini pernah booming, namun fakta lain yang lebih terpercaya menyatakan bahwa tidak ada bagian dari bulan yang selalu gelap.

Hal ini dikarenakan bulan memiliki orbit yang sinkron, sehingga butuh waktu yang jelas-jelas sama persis ketika bulan melakukan rotasi memutari aksis dan ketika mengorbit bumi sebanyak satu kali. []

Sumber: Tentik


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *