Foto: Banten Hits

Korban Tabrakan Beruntun di Puncak Rencanakan Nikah Bulan Depan

Foto: Banten Hits

Peristiwa tabrakan beruntun yang melibatkan belasan kendaraan bermotor roda empat dan roda dua terjadi di Turunan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Sabtu lalu. Kecelakaan ini merenggut tiga nyawa. Kecelakaan itu terjadi akibat rem blong sebuah bus yang bergerak dari arah Puncak menuju Gadok.

Duka mendalam menyelimuti kediaman Diana Simatupang (24) di Griya Serpong RT 01 / RW 08 Blok AB No. 1 Kelurahan Suradita, Kecamatan Cisauk, Kabupaten Tangerang pada Minggu (23/4/2017). Diana adalah satu dari 3 korban tewas dalam insiden itu.

Suasana duka disertai air mata menyelimuti prosesi pemakaman korban. Korban yang masih gadis ini berencana untuk menikah dengan Oktariansyah Purnama Putra (26) yang ikut tewas dalam tragedi tabrakan beruntun itu.

Mereka berboncengan menaiki sepeda motor Yamaha Vixton warna hitam dalam perjalanan ke Puncak. Calon suaminya, Okta, berasal dari Palembang.

Baca Juga: Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Bogor
“Mau dilamar tanggal 15 Mei ini. Rencana nikahnya tanggal 24 Mei,” ujar Anderson Simatupang (61) ayahanda korban sambil berlinang air mata pada Minggu (23/4/2017) seperti dilaporkan tribunnews.com.

BACA JUGA:
Polisi Ungkap Penyebab Kecelakaan Maut di Bogor
Ini Kronologi Kecelakaan Bus Tabrak 12 Kendaraan di Puncak, 3 Orang Tewas

“Pacaran sekitar satu tahunan. Awalnya satu kantor, tapi sekarang pacarnya pindah kerja di tempat lain,” ucapnya.

Diana adalah anak dari pasangan Anderson dan Kamsiah. Perempuan yang merupakan anak bungsu ini bekerja di Andalan Finance cabang Alam Sutera, Tangerang Selatan.

“Sudah dipersiapkan segala pernikahannya,” sambil menahan air mata.

Ketika Diana pamit dari rumahnya, Anderson mengaku mempunyai firasat aneh. Korban pamitan kepada orangtuanya untuk bertolak ke Puncak.

“Waktu mau pergi enggak seperti biasa. Saya kaget waktu dia (Diana) pamit salim tangan ke saya,” ungkap Anderson.

Pasalnya menurut Anderson, si bingsu itu ketika mau pergi kerja lebih sering berlalu begitu saja. Tanpa pamitan kepada orangtuanya.

“Dia mau berangkat saya tanya, memang mau ke mana? Terus dia senyum – senyum,” tuturnya.

Diana menjawab dirinya hendak berangkat kerja. Kemudian setelah kerja berniat piknik ke Puncak bersama rekan kantornya.

“Ada acara di Puncak, dia juga berangkat sama calon suaminya,” imbuh Anderson. []

SatuMedia


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

dampak buruk bekerja dari rumah

Pekerja Keras Rentan Alami Burnout, Ini Ciri-cirinya

Stres pun biasanya akan datang saat sudah sangat letih bekerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *