Unik, Informatif , Inspiratif

Korut Ancam Lanjutkan Program Nuklir Jika AS Tak Cabut Sanksinya

0 45

Korea Utara memberikan peringatan akan kembali melancarkan program nuklir mereka, jika AS tidak segera mencabut sanksi ekonomi terhadap negara tersebut.

Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan, kemungkinan Pemerintah Korea Utara menjalankan kembali kebijakan “byungjin” mereka yang mengembangkan kemampuan ekonomi dan nuklir secara serentak.

BACA JUGA: Tak Seindah di Drama, Ternyata Kehidupan Sekolah di Korea Cukup “Ekstrem”

Kebijakan tersebut sempat diubah oleh Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un pada April lalu setelah melihat terbitnya iklim perdamaian di Semenanjung Korea.

Kim Jong Un kala itu mengumumkan, misi pengembangan nuklir Pyongyang telah terlaksana dan akan melanjutkan fokus pada pembangunan sosial ekonomi.

Namun, pada Jumat (2/11/2018) malam kemarin, Kementerian Luar Negeri Korut menyatakan dapat membalikkan kebijakan tersebut jika AS tidak mengubah pendiriannya tentang sanksi terhadap Korea Utara.

“Kata byungjin mungkin akan kembali muncul dan sedang dipertimbangkan secara serius,” kata pernyataan yang disiarkan kantor berita KCNA.

Dalam pertemuan bersejarah antara Presiden AS Donald Trump dengan Kim Jong Un di Singapura bulan Juni lalu, telah ditandatangani kesepakatan untuk denuklirisasi meski tanpa rinci kapan dan bagaimana hal tersebut dilakukan.

Sejak saat itu, Korea Utara secara sepihak mengatakan telah menghancurkan situs uji coba nuklirnya.

Gagasan Bodoh?

Namun, Washington mendorong agar sanksi terhadap Pyongyang dipertahankan, hingga denuklirisasi penuh diverifikasi telah dilakukan.

“AS berpikir bahwa tekanan dan sanksinya yang berulang kali itu akan mengarah pada denuklirisasi. Kami tidak bisa menahan tawa atas gagasan bodoh semacam itu.”

“Peningkatan hubungan dengan sanksi tidak sesuai,” lanjut pernyataan yang dirilis direktur Institut Studi Amerika di Kementerian Luar Negeri Korut.

BACA  JUGA: Temu Korsel, Korut Janji Akan Tutup Proyek Nuklir

“Apa yang seharusnya dilakukan adalah tanggapan balasan yang sesuai dari AS,” tambah pernyataan tersebut yang menjadi penanda terbaru akan meningkatnya kekecewaan Pyongyang terhadap Washington.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dalam wawancara dengan Fox News, Jumat (2/11/2018), menegaskan kembali bahwa sanksi Korea Utara akan tetap sama sampai Pyongyang melakukan komitmen denuklirisasi yang dibuat di Singapura.

Dia menambahkan akan bertemu kembali dengan pihak Korea Utara pada pekan depan. []

SUMBER: KOMPAS

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline