Inspirasi dan Data

KPK Tidak Galak Kepada Setya Novanto, Budi Gunawan, dan Hadi Poernomo, Ada Apa?

0

Dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai memberikan standar ganda.

Dalam sejumlah kasus yang ditanganinya, KPK dinilai tidak melakukan upaya yang sama saat kalah di praperadilan.

Menurut anggota Komisi III DPR RI Nasir Djamil, saat kalah di praperadilan penetapan tersangka Ilham Arief Sirajuddin, KPK segera bertindak dengan cepat.

Tidak berselang lama, KPK kembali menetapkan Ilham Arief sebagai tersangka hingga ia berakhir di pengadilan.

“Hadi Poernomo menang (praperadilan) padahal putusan praperadilan tidak menggugurkan perkara pidananya. Tapi sampai sekarang tenang-tenang saja itu Hadi Poernomo. Enggak diungkit-ungkit,” ujar Nasir di Menteng, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Hadi Poernomo ialah mantan ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI yang ditetapkan sebagai tersangka kasus pajak Bank Central Asia (BCA) saat dia tepat berusia 67 tahun dan hari terakhir bertugas di BPK. Tak hanya di praperadilan, KPK juga kalah di upaya hukum luar biasa yakni peninjauan kembali. Pengumuman Hadi sebagai tersangka dilakukan pada 21 April 2014.

“Kalau engak salah ya bilang aja engak salah,” kata Nasir Djamil, seperti dilansir dari tribunnews.com.

Tidak hanya Hadi, KPK juga kalah melawan Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan dan terkini kalah melawan Ketua DPR RI Setya Novanto pada kasus e-KTP. Namun, ternyata KPK tidak sama galaknya dengan ketika memproses Ilham Arief Sirajuddin.

KPK tidak mencari lagi alat bukti baru dan tidak menetapkan lagi Budi Gunawan dan Setya Novanto sebagai tersangka.

Padahal, politikus Partai Keadillan Sejahtera itu menambahkan, KPK tidak memiliki instrumen Surat Perintah Penghentian Penyidikan (Sprindik) dan sekali lagi, putusan praperadilan tidak mengugurkan perkara pidana yang terkandung di dalamnya.

“Ini kata saya kadang-kadang KPK itu sering masuk angin. Bukan berarti kita suruh KPK mencari kesalahan Budi Gunawan, Hadi Poernomo. Tapi kok tidak bergeming? walikota Makasar itu setelah dia menang, dicari ini dicari itu,” ucap Nasir. []

loading...
loading...
Comments
Loading...