foto: @shalome05 via AP

Krisis Hubungan Diplomatik, Warga Qatar Panik dan Borong Stok Barang Kebutuhan

INSPIRADATA. Enam negara Arab dan Maladewa telah memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada Senin (05/06/2017). Adanya kabar tersebut, kebanyakan warga Qatar langsung menuju pusat perbelanjaan untuk membeli dan memenuhi stok barang kebutuhan mereka.

Adanya hal tersebut, mengingat Qatar sangat bergantung kepada impor makanan yang sebagian besar dari negara-negara Teluk tersebut.

Arab Saudi memberlakukan blokade makanan secara de fakto terhadap Qatar. Meskipun pejabat Qatar sudah memperingatkan warganya agar tidak panik, namun tetap saja warga sepertinya tidak ingin mengambil risiko.

Hanya beberapa jam setelah lima negara Arab memutuskan hubungan diplomatik dengan kerajaan tersebut, supermarket Carrefour di mal pusat kota Doha dipenuhi dengan pembeli.

Bahkan antrean di kasir bisa mencapai hingga 25 orang. Para pembeli menumpuk troli dan keranjang belanjaan mereka dengan barang kebutuhan pokok seperti susu, nasi dan ayam. Salah satu netizen mencicitkan kondisi supermarket tersebut.

BACA JUGA: Sudah Tujuh Negara yang Putuskan Hubungan dengan Qatar

“Masif, antrean di supermarket utama Doha, tidak ada ayam atau susu yang tersisa (pukul 16.18) #QatarCrisis Semua orang mengisi stok,” kata akun @Mark_Coughlan.

Qatar mengimpor bahan makanan seperti ayam dari Arab Saudi, dan penduduk setempat dengan cepat membawa kabar pemutusan hubungan diplomatik itu ke media sosial. Mereka mengeluhkan jika mereka harus makan unggas dari Oman.

Namun berbeda dengan Denis, dari Jerman, yang sedang berbelanja di supermarket Al-Meera. Ia meyakini krisis tersebut hanyalah badai sementara. “Ini hanya kartu kuning,” katanya menanggapi kondisi Qatar yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. “Apa yang bisa mereka lakukan? Ini adalah salah satu negara terkaya di dunia.”

Untuk mencoba mencegah meluasnya kepanikan warga dalam mengisi stok kebutuhan mereka, pemerintah Qatar segera memberikan pernyataan rute pengiriman dan wilayah udara tetap terbuka untuk impor.

“Pemerintah Qatar akan mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk menggagalkan upaya mempengaruhi dan merugikan masyarakat dan ekonomi Qatar,” kata pernyataan tersebut, lansir The Guardian, Selasa (06/06/2017).

Pemutusan hubungan diplomatik ini juga berpotensi menjadi berita buruk bagi industri jasa, termasuk hotel dan sopir taksi di Doha. Biasanya orang-orang Arab Saudi berduyun-duyun menuju Qatar ketika libur Idul Fitri pada akhir bulan Ramadhan.


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *