Unik, Informatif , Inspiratif

Kucari Pekerjaan dari Satu Kota ke Kota Lain Sambil Gendong Ibu

0 46

Selama hampir 15 tahun terakhir, Wang Xianqiang (37) bersama ibunya Tian Jinggui, dari desa Funiu, distrik Qijiang, kota Chongqing, China selaluh berpindah dari kota satu ke kota lain demi mencari pekerjaan.

“Saya bersedia menerima upah yang lebih rendah,” kata Wang kepada setiap calon majikannya.

Namun, Wang juga meminta agar diperbolehkan bekerja dengan jam kerja yang fleksibel, agar dapat pulang ke rumah dan memasak makanan untuk ibunya.

BACA JUGA: Kisah Pria AS Tentang Kontak dengan Suku Sentinel Sebelum Dibunuh

“Tapi mereka berpikir saya meminta terlalu banyak,” kata Wang yang kerap gagal dapat kerja karena itu.

Sang ibu, Tian, menjadi lumpuh akibat terjatuh saat Wang masih berusia 14 tahun. Setelahnya, sang ayah yang dengan setiap merawatnya.

Namun pada 2003, sang ayah meninggal dan sejak saat itu Tian yang terpukul dengan kematian suaminya menolak berbicara dengan orang lain, kecuali putranya.

Wang yang sebelumnya bekerja di Provinsi Zhejiang, memutuskan kembali ke Chongqing demi bisa merawat sang ibu. Dia pun memutuskan untuk selalu membawa ibunya bersamanya ketika dia ke kota untuk mencari pekerjaan.

Tak bisa naik transportasi

Mereka bisa saja bepergian menggunakan bus atau transportasi umum, namun sang ibu gampang mengalami mabuk kendaraan. Akhirnya, Wang memilih menggendong ibunya ke mana pun mereka pergi.

“Ibu adalah segalanya bagi saya,” kata Wang kepada surat kabar People’s Daily, dikutip SCMP.

Wang sempat mendapat pekerjaan di sebuah pabrik pakaian setelah pemiliknya merasa kasihan dengan kondisi keluarga Wang. Namun pabrik itu hanya buka untuk produksi setiap enam bulan sekali.

Harapan datang dari desa

Harapan agar Wang dan ibunya dapat hidup lebih baik akhirnya datang dari komite desa, saat Wang dan ibunya kembali ke desa Funiu karena pabrik tempatnya bekerja tutup Agustus lalu.

BACA JUGA: Zainab binti Khuzaimah, Sang Ibunda Orang-orang Miskin

Pihak desa juga memberi Wang pekerjaan sebagai petugas kebersihan dan dapat tetap dekat dengan ibunya. Sebuah rumah juga dibangun dengan subsidi pemerintah untuk keduanya.

Berdasar angka dari pemerintah China, warga yang hidup dengan disabilitas tercatat mencapai sekitar 85 juta jiwa. Namun, jumlah dari organisasi hak asai manusia memperkirakan jumlah penderita disabilitas tersebut mencapai hampir 200 juta. []

SUMBER: KOMPAS | SCMP

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline