Bolehkah Mengharapkan Kematian seperti Nabi Yusuf?
Foto: jobsindonesia

Lakukan 2 Hal Ini untuk Perkuat Aqidah

Aqidah merupakan suatu keyakinan terhadap apa yang telah diajarkan dalam syariat Islam. Baik itu kepada Allah SWT, para Rasul-Nya, isi kitabnya maupun segala hal yang ghaib yang telah dikemukakan oleh ulama-ulama Islam. Ya, Islam mengatur segalanya. Dan kita patut meyakini dan melakukan ajaran tersebut.

Hanya saja, selalu ada orang yang tak ingin kita berada dalam aqidah yang benar. Mereka yang telah tergoyahkan keyakinannya, akan mengajak kita untuk ikut bersamanya. Yakni, mengikuti apa yang diajarkan olehnya, yang belum diketahui kebenaran dari ajaran itu, atau bisa dikatakan sebagai ajaran yang menyesatkan. Maka, penting bagi kita untuk memperkuat aqidah. Bagaimana caranya?

BACA JUGA: Seperti Apa Ciri Orang yang Ikhlas Itu?

Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata, “Tidak akan terjaga aqidah ini kecuali dengan dua hal. Pertama, ilmu tentang aqidah yang shahih. Ini tidak akan terwujud kecuali dengan cara mempelajari dan dakwah. Kedua, kekuatan yang melindungi aqidah ini dari para pengusung kebatilan.”

Apabila terpenuhi dua hal tersebut, ilmu dan kekuatan, maka aqidah akan mulia dan aman, serta terlindungi. Adapun apabila tidak ada ilmu tentang aqidah yang shahih, atau ada ilmu tapi tidak ada kekuatan, maka aqidah akan menjadi lemah.

Oleh sebab itu, penting bagi kita untuk menuntut ilmu. Dengan ilmu, maka kita akan mengetahui mana yang baik dan mana yang benar. Kita pun akan tahu sesuatu yang belum kita ketahui sebelumnya, terutama mengenai ilmu agama.

Teruslah berusaha mencari ilmu, khususnya ilmu agama. Belajar dan pahamilah ilmu itu. Tetapi, jangan biarkan diri kita salah dalam belajar. Belajarlah pada orang yang memang paham dan mengerti tentang ajaran agama Islam. Jangan kita belajar seorang diri, sebab belum tentu apa yang kita pelajari itu benar.

BACA JUGA: Saat Telinga Berdenging, Apa yang Harus Dilakukan?

Setelah kita mempelajarinya dengan baik, amalkanlah. Lakukanlah apa yang telah kita pelajari. Kemudian, dakwahkanlah pada orang lain. Beritahu mereka yang belum mengetahuinya. Ajaklah mereka pada jalan kebenaran dan keselamatan.

Jadikan diri kita sebagai seorang pengusung kebatilan. Jangan biarkan kebatilan berada di depan mata. Cegah kebatilan itu dengan ilmu yang kita miliki. Bantulah mereka yang belum menyadari kesalahannya berbuat kebatilan. Wallahu ‘alam. []

SUMBER: SALAFYMAKASSAR


Artikel Terkait :

About Mila Munawwaroh

Check Also

Ka’bah Selalu Dijaga, Mengapa di Akhir Zaman Bisa Dihancurkan?

Bagaimana mungkin Ka’bah bisa dihancurkan sedang Allah telah menjadikan Mekkah sebagai Tanah Suci yang aman?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *