kubur
Foto: Youtube

Lakukan Ini, Niscaya Terhindar dari Api Neraka

Karena kufur adalah sebab yang membuat orang abadi dalam neraka, untuk selamat dari neraka utamanya adalah dengan iman dan amal saleh. Karena itu, kaum Muslimin bertawasul kepada Tuhan mereka dengan iman agar terlepas dari neraka.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,

الَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوْبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“(Yaitu) orang-orang yang berdoa: Ya Tuhan Kami, sesungguhnya kami telah beriman maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Âli-‘Imrân: 16)

Sejumlah nash telah menjelaskan tema ini secara rinci dan menjelaskan beberapa amal yang melindungi orang dari neraka, antara lain adalah cinta kepada Allah.

BACA JUGA: Ketika Penduduk Surga Menertawakan Penduduk Neraka

Puasa

Dalam Kitab Mustadrak Imam al-Hakim dan Musnad Imam Ahmad diriwayatkan dari Anas ibn Malik bahwa Rasulullah bersabda,

وَاللهِ لَايُلْقِى اللهُ حَبِيْبَهُ فِى النَّارِ، وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ مِنَ النَّارِ

“Demi Allah, Allah tidak akan melemparkan kekasih-Nya ke dalam neraka. Puasa adalah perisai dari neraka.” (HR. Hakim dan Ahmad)

Dalam Musnad Ahmad dan al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman dengan sanad hasan dari Jabir ibn Abdullah dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,

قَالَ اللهُ تَعَالَى: الصِّيَامُ جُنَّةٌ يُسْتَجَنُّ بِهَا مِنَ النَّارِ

“Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘Puasa adalah perisai yang digunakan untuk berlindung dari neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

Adapun apabila puasa dikerjakan pada saat berjihad melawan musuh, itu adalah kesuksesan yang sangat besar.

Diriwayatkan dari Abu Sa’id al-Khudri bahwa Rasulullah bersabda,

(مَنْ صَامَ يَوْمًا فِى سَبِيْلِ اللهِ بَعَّدَ اللهُ وَجْهَهُ عَنِ النَّارِ سَبْعِيْنَ خَرِيْفًا. (رواه أحمد والبخارى ومسلم والترمذى والنسائى

“Siapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah maka Allah menjauhkan wajahnya dari neraka sejauh tujuh puluh tahun.” (HR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, dan an-Nasa`i)

Takut kepada Allah & Jihad Fisabilillah

Salah satu perilaku yang akan menyelamatkan dari neraka adalah takut kepada Allah dan jihad fi sabilillah.

Allah berfirman,

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ

“Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.” (QS. Ar-Rahmân: 46)

Imam Tirmidzi dan an-Nasai, dalam <em>Sunan</em> mereka, meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
<p style="text-align: right">لَايَلِجُ النَّارُ مَنْ بَكَى مِنْ خَشْيَةِ اللهِ حَتَّى يَعُوْدَ اللَّبَنُ فِى الضَّرْعِ، وَلَا يَجْتَمِعُ عَلَى عَبْدٍ غُبَارٌ فِى سَبِيْلِ اللهِ وَدُخَانُ جَهَنَّمَ</p>
“<em>Neraka itu tidak akan menyentuh orang yang menangis karena takut kepada Allah sampai air susu kembali ke dalam susu (selamanya). Tidaklah debu fi sabilillah dan asap api neraka akan berkumpul pada satu orang</em>.” (HR. Tirmidzi dan an-Nasa
i)

Dalam Shahîh Bukhari dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah bersabda,

مَا اغْبَرَّتْ قَدَمَا عَبْدٍ فِى سَبِيْلِ اللهِ فَتَمُسَّهُ النَّارُ

Tidaklah dua kaki hamba berdebu di jalan Allah kemudian tersentuh oleh api neraka.” (HR. Bukhari)

Memohon perlindungan Allah dari neraka

Di antara perbuatan yang menjaga seorang hamba dari neraka adalah jika hamba memohon perlindungan kepada Allah dari neraka.

BACA JUGA: Inikah Luasnya Neraka dan Kedalaman Dasarnya?

Allah berfirman,

وَالَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا. إِنَّهَا سَاءَتْ مُسْتَقَرًّا وَّمُقَامًا

“Dan orang-orang yang berkata: Ya Tuhan kami, jauhkan azab Jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya, Jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman.” (QS. Al-Furqân: 65–66)

Ahli zikir

Dalam Shahîh Bukhari-Muslim dari Abu Hurairah r.a., dari Nabi shalallahu alaihi wa sallam tentang para malaikat yang mencari majelis zikir, di dalam hadis ini terdapat pernyataan:

أَنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَسْأَلُهُمْ وَهُوَ أَعْلَمُ بِهِمْ، فَيَقُوْلُ: فَمِمَّ يَتَعَوَّذُوْنَ؟ فَيَقُوْلُوْنَ: مِنَ النَّارِ. فَيَقُوْلُ: وَهَلْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لَاوَاللهِ يَا رَبِّ مَا رَأَوْهَا. فَيَقُوْلُ: كَيْفَ لَوْ رَأَوْهَا؟ فَيَقُوْلُوْنَ: لَوْ رَأَوْهَا كَانُوْا أَشَدَّ مِنْهَا فِرَارًا، وَأَشَدَّ مَخَافَةً. فَيَقُوْلُ: فَأُشْهِدُكُمْ أَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ

Allah subhanahu wa ta’ala bertanya kepada mereka (para malaikat), padahal Dia lebih mengetahui tentang mereka (majelis zikir): Dari apakah mereka berlindung? Para malaikat menjawab: ‘Dari neraka. Allah bertanya lagi: Apakah mereka telah melihat neraka? Para malaikat menjawab: ‘Tidak, demi Allah wahai Tuhan, mereka belum pernah melihat neraka. Lalu Allah bertanya lagi: Bagaimana andai mereka melihat neraka? Para malaikat menjawab: ‘Andai mereka telah melihat neraka, pastilah mereka semakin kencang berlari menjauh dan semakin takut kepadanya. Lantas Allah berfirman: ‘Aku jadikan kalian sebagai saksi bahwa Aku telah mengampuni mereka.” (Muttafaq ‘Alaih)

Wallahu a’lam bishawab. []

 

Sumber: Surga dan Neraka, Dr. Umar Sulaiman al-Asyqar


Artikel Terkait :

About matiar

Check Also

setan

Kulit Membiru karena Dicubit Setan, Benarkah?

Hal ini disebabkan karna penggumpalan darah akibat pecahnya dinding pembuluh darah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *