Unik, Informatif , Inspiratif

Lalat-Lalat dan Petaka buat Baginda Raja (3-Habis)

0 1.166

Abu Nawas membawa lalat-lalat itu ke hadapan Baginda. Ia menyiasatinya dengan mengatakan bahwa serangga menjijikan itu sebagai tamu-tamu tak diundang. Abu Nawas memohon izin agar Baginda mengijinkannya menghukum semua lalat itu.

Baginda Raja tidak bisa mengelakkan diri menolak permintaan Abu Nawas. Pada saat itu, para menteri sedang berkumpul di istana. Maka dengan terpaksa Baginda membuat surat ijin yang isinya memperkenankan Abu Nawas memukul lalat-lalat itu di manapun mereka hinggap.

BACA JUGA: Akhirnya, Menghadapi Tabib Gadungan

Tanpa menunggu perintah, Abu Nawas mulai mengusir lalat-lalat di piringnya hingga mereka terbang dan hinggap di sana sini. Dengan tongkat besi yang sudah sejak tadi dibawanya dari rumah, Abu Nawas mulai mengejar dan memukuli lalat-lalat itu. Ada yang hinggap di kaca.

Abu Nawas dengan leluasa memukul kaca itu hingga hancur, kemudian vas bunga yang indah, kemudian giliran patung hias sehingga sebagian dari istana dan perabotannya remuk diterjang tongkat besi Abu Nawas.

Bahkan Abu Nawas tidak merasa malu memukul lalat yang kebetulan hinggap di tempayan Baginda Raja. Baginda Raja tidak bisa berbuat apa-apa kecuali menyadari kekeliruan yang telah dilakukan terhadap Abu Nawas dan keluarganya.

Dan setelah merasa puas, Abu Nawas mohon diri. Barang-barang kesayangan Baginda banyak yang hancur. Bukan hanya itu saja, Baginda juga menanggung rasa malu. Kini ia sadar betapa kelirunya berbuat semena-mena kepada Abu Nawas.

BACA JUGA: Begini Cara Abu Nawas Menipu Tuhan

Abu Nawas yang nampak lucu dan sering menyenangkan orang itu ternyata bisa berubah menjadi garang dan ganas serta mampu membalas dendam terhadap orang yang
mengusiknya.

Abu Nawas pulang dengan perasaan lega. Istrinya pasti sedang menunggu di rumah untuk mendengarkan cerita apa yang dibawa dari istana. []

Sebelumnya:

Rencana Abu Nawas Balas Dendam pada Baginda Raja (1), Izinkan Aku Menghukum Tamu-Tamu Tak Diundang Ini, Baginda! (2)

SUMBER: ABU NAWAS SANG PENGGELI HATI | KARYA MB. RAHIMSYAH

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline