Unik, Informatif , Inspiratif

Langkah Solusi PBB untuk Krisis Yaman

0 39

Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan langkah cepat untuk mengakhiri krisis di Yaman.

Dalam sebuah pernyataan, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Michelle Bachelet, mengatakan bahwa konflik di Al Hodeidah menyebabkan korban yang tidak dapat ditoleransi.

BACA JUGA: Perang, Setengah Populasi Penduduk Yaman Alami Kelaparan

“Koalisi pimpinan Saudi dan pasukan pro-Hadi, pasukan Houthi – dan mereka yang memasok senjata atau dukungan lain kepada pihak-pihak yang terlibat konflik – semua memiliki kekuasaan atau pengaruh untuk menghentikan kelaparan dan pembunuhan warga sipil, untuk memberi beberapa penangguhan hukuman untuk rakyat Yaman,” katanya, Sabtu (10/11/2018).

“Pelanggaran oleh satu pihak terhadap konflik tidak berarti memberi kekuasaan penuh kepada pihak lain untuk melawan dengan segala cara. Bahkan perang diatur oleh hukum – semua pihak dalam konflik terikat untuk menghormati hukum humaniter internasional dan hukum hak asasi manusia sebagaimana berlaku,” tambahnya.

Menurut informasi dari Kantor Hak Asasi Manusia PBB, setidaknya 110 serangan udara dilakukan di Al Hodeidah, Sa’ada dan Sana antara 31 Oktober hingga 6 November.

“Pesawat-pesawat tempur koalisi terbang di ketinggian rendah di kota Al Hodeida sejak Kamis,” kata Bachelet, “Saat pasukan Houthi menembakkan rudal anti-pesawat dan mortir, dan bentrokan jalanan dengan kekerasan berlanjut.”

Setidaknya 23 warga sipil dikonfirmasi tewas sejak 24 Oktober, sementara sekitar 445ribu warga sipil telah mengungsi di Al Hodeidah sejak awal Juni, Kantor Hak Asasi Manusia PBB melaporkan.

Pejabat PBB menyerukan agar segera mengakhiri eskalasi militer yang katanya juga mengarah pada peningkatan “kerawanan pangan katastropis terhadap sekitar 14 juta orang di seluruh negeri”.

Akses untuk makanan dan bantuan kemanusiaan

“Pihak-pihak yang berkonflik harus mengizinkan pengiriman makanan dan bantuan kemanusiaan lainnya secara bebas, teratur dan tanpa gangguan dan tidak boleh mengambil tindakan yang akan mencabut warga sipil dari hak mereka atas makanan dan kesehatan,” kata Bachelet.

“Saya menyerukan kepada semua pihak yang memiliki keterlibatan atau pengaruh dalam konflik untuk memfasilitasi akses bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan rakyat Yaman,” tambahnya.

“Saya juga mengingatkan negara-negara bahwa Konvensi Jenewa menetapkan bahwa semua Negara, termasuk mereka yang tidak terlibat dalam konflik bersenjata, memiliki kewajiban untuk mengambil langkah-langkah untuk memastikan penghormatan terhadap Konvensi oleh pihak-pihak yang terlibat konflik. Mengondisikan, membatasi, atau menolak transfer senjata adalah satu cara,” katanya.

BACA JUGA: Mengenal Tradisi Air Seni Unta di Yaman

Menurut Kantor Hak Asasi Manusia PBB, antara 26 Maret 2015 dan 8 November 2018, total 17.640 korban sipil dilaporkan di Yaman, yang mencakup 6.872 orang tewas dan 10.768 orang terluka.

“Korban dengan total 10.852 jiwa kebanyakan dari serangan udara yang dilakukan oleh Koalisi yang dipimpin Saudi,” ungkapnya. []

SUMBER: ANADOLU

Artikel Terkait :

loading...

Kamu Sedang Offline