agar anak tidak mengompol
Foto: tabloidnakita

Langkahkan Kakimu untuk Hidup, Nak!

nak!
nak! (foto: tabloidnakita)

INSPIRADATA. Masih ingatkah, ketika kita kecil. Langkah pertama menuju lancarnya berjalan, memberikan semangat tersendiri dan kemalangan tentunya. Hingga kita putus asa dan kerap kali menyerah, tapi mencoba lagi. “Nak!” sayang orangtua kita.

Kita langkahkan kaki, saat lucu-lucunya kita, masih di buaian ibu dan bapak di rumah dan harapan mereka sangat besar sekali.

Dua langkah kita jejakkan di lantai rumah bersih, setelah di-berdiri-kan oleh ibu.

Tapi apa gerangan yang terjadi, langkah kita belum bisa menjejakkan sekuat akar pohon di bumi yang kuat. Tersandung, jatuh, dan menangis.

Apa orangtua kita bilang?

“Ayo lagi!” sambil senyumnya berseri.

Semangat pun kembali tertatih dari benak. Ya, memang ada penelitian menyebutkan bahwa proses itu adalah pembentukan sinyal-sinyal di sel-sel otak kita agar mengirimkan pesan tentang “berjalan”.

Jika memang dihentikan begitu saja, berhentilah proses yang akan kita manfaatkan dikemudian hari.

Lanjutlah kita, langkahkan kaki ke depan satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, dan sepuluh langkah kita. Dan jatuh lagi. Hasil maksimal kita hari tersebut.

Kita pun menangis kembali, disayang mereka kembali. Mereka mengelus kita dengan tambahan senyuman kecil yang esok akan kita dapatkan lagi. Saat itu.

Mereka orangtua bilang “Sudah, ya…”

Sambil dalam hati mereka bergumam,

“Langkah-langkah kecilmu, kelak akan menjadi langkah besar dan panjang. Meneruskan tugas dan titah dari serta untuk orangtuamu ini.”
“Langkah selanjutnya akan menentukan senyuman atau tangisanmu yang sebenarnya dalam kehidupan, Nak!
“Teruslah melangkah, selama kami masih ada akan kumarahimu untuk kusayang, kau pun akan mengalami seperti kami, Nak!

Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

alasan suami selingkuh

Perhatikan, 5 Hal Sepele Ini Bisa Jadi Tanda Pasangan Anda tengah Berselingkuh

Meski demikian, ada juga orang yang tetap biasa saja dengan HP. Kemana-mana dia tidak perlu terlalu sering memegang handphone. Membuka handphone kalau ada notifikasi saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *