Unik, Informatif , Inspiratif

Larang Kerja Muslim yang Puasa, “Suara” Menteri di Denmark Ditolak Mentah-mentah

0

Menteri Imigrasi Denmark, Inger Stojberg menyarankan Muslim untuk mengambil cuti kerja selama Ramadhan karena berpotensi risiko keamanan bagi masyarakat lainnya. Namun, Sarannya ini ditolak mentah- mentah oleh publik.

Ia memiliki reputasi untuk kebijakan imigrasi garis keras, mengatakan puasa sepanjang hari kerja menimbulkan tantangan bagi masyarakat modern.

Dia menyebutkan potensi risiko untuk pengemudi bus dan di rumah sakit, seperti dilaporkan BBC, Selasa (22/5). Namun perusahaan-perusahaan bus termasuk yang pertama mengatakan mereka tidak punya masalah dengan pekerja yang berpuasa Ramadhan.

Perusahaan bus Arriva, yang menjalankan sejumlah rute bus di Denmark, mengatakan tidak pernah ada kecelakaan yang melibatkan pengemudi yang berpuasa.

“Jadi secara de facto itu bukan masalah bagi kami,” kata juru bicara Pia Hammershoy Splittorff kepada surat kabar lokal.

Pesan yang sama datang dari serikat transport 3F Denmark, yang pemimpinnya Jan Villadsen bertanya-tanya apakah menteri sedang mencoba untuk menciptakan masalah yang belum ada.

Uni Muslim Denmark memasang pesan di media sosial, berterima kasih kepada Stojberg atas perhatiannya. Namun mereka menunjukkan bahwa Muslim adalah orang dewasa yang sangat mampu menjaga diri dan masyarakat. “Bahkan ketika kita berpuasa,” kata pernyataan Uni Muslim Denmark.

Rekan sesama partai Stojberg, Jacob Jensen, menyarankan politisi harus fokus pada penyelesaian masalah nyata daripada mengganggu.

Inger Stojberg menulis dalam sebuah opini untuk BT (di Denmark) bahwa Denmark memiliki kebebasan beragama dan agama adalah masalah pribadi. Namun dia menyebutkan mengenai Muslim pada saat Ramadhan di Denmark tidak dapat makan atau minum selama lebih dari 18 jam. Muslim berpuasa dari fajar hingga terbenam, yang dapat terjadi pada pukul 21:29 di Denmark pada bulan Juni.

Stojberg mengatakan tuntutan Denmark modern membutuhkan hari kerja yang panjang, kadang-kadang melibatkan operasi mesin berbahaya. Dia memberi contoh pengemudi bus yang tidak mabuk atau makan selama lebih dari 10 jam dan menyarankan bahwa puasa dapat mempengaruhi keselamatan dan produktivitas.

“Saya ingin menyerukan agar Muslim mengambil cuti dari pekerjaan selama bulan Ramadhan untuk menghindari konsekuensi negatif bagi masyarakat Denmark lainnya,” katanya. []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Kamu Sedang Offline