Larang Perusahaan Paksa Karyawannya Kenakan Atribut Natal, Begini Imbauan Pemkot Bandung

INSPIRADATA. Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung, menegaskan kepada para perusahaan dan ritel yang berada di wilayah Kota Bandung untuk tidak memaksakan karyawanya yang beragama Islam untuk mengenakan atribut Natal seperti Topi Sinterklas.

Kang Emil, begitu biasa ia dipanggil, mengaku mendapatkan banyak laporan melalui pribadi bukan asosiasi, terkait pemakaian atribut sinterklas menjelang perayaan Natal 25 Desember.

Dilansir Islamedia, menurut Emil, mengenakan atribut Natal itu sudah berkaitan dengan keyakinan agama Nasrani, jadi jangan dianggap hal kecil dan karyawan Muslim jangan dipaksa.

“Kami (Pemkot Bandung, Red) telah kirim surat imbauan pada pemilik usaha atau ritel untuk tidak meminta atau memaksa karyawannya memakai atribut sinterklas di luar keiklhasannya,” ujar Emil di Pendopo Kota Bandung Selasa (13/12/2016).

“Jadi, prosedurnya itu harus ditanya dulu, dengan cara yang baik apakah mereka berkenan atau tidak. Ini dilakukan, agar tidak terjadi salah paham yang kalau ditunggangi situasi tidak pada tempatnya, dapat berbahaya pada hubungan toleransi agama yang saat ini sedang dibangun,” jelas Emil.

Himbauan tersebut juga berlaku ketika menjelang Idul Fitri, perusahaan tidak diperkenankan memaksakan karyawan non muslim mengenakan atribut Muslim seperti kopyah atau jilbab.

“Itu pun sama halnya juga akan dikirim imbauan pada hari agama lain, termasuk Islam, saat menjelang lebaran,” ungkap Emil. []


Artikel Terkait :

About Tia Apriati Wahyuni

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *