Unik, Informatif , Inspiratif

Larangan Gunakan GPS, Dilanggar Berakhir Pidana

0

Kehadiran Global Positioning System (GPS) sangat bermanfaat. Teknologi pemantau lokasi ini selalu ada digenggaman pemilik smartphone untuk memandu kita menujut lokasi yang diinginkan.

Bahkan, karena teknologinya berkembang pesat GPS bisa memberikan informasi kemacetan lalu lintas.

BACA JUGA: Penggunaan GPS Cenderung Tumpulkan Otak

Adapun yang paling terpengaruh perkembangan teknologi GPS adalah perusahaan tranportasi berbasis online. GPS menjadi andalan bagi ojek online (ojol), baik pengendara sepeda motor maupun pengemudi mobil.

Sayangnya ketergantungan masyarakat modern terhadap aplikasi GPS ternyata berbuntut panjang. Pengoperasian GPS saat berkendara terbukti cukup mengganggu konsentrasi pengendara.

Ini melanggar hukum seperti apa yang tertera dalam Pasal 106 ayat (1) dan Pasal 283 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ). 

Pasal 106 ayat (1) menyebutkan:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi”.

Penjelasannya menyebutkan:

“yang dimaksud dengan penuh konsentrasi adalah setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan Kendaraan”.

BACA JUGA: Menhub Izinkan Pengendara Gunakan GPS

Sedangkan Pasal 283 UU LLAJ berbunyi:

“Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan secara tidak wajar dan ‘melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan’ sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)”.

Mahkamah Konstitusi (MK) sudah memutuskan secara bulat menolak pengujian Pasal 106 ayat (1) dan Pasal 283 UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) terkait larangan penggunaan telepon saat sedang berkendara yang jika dilanggar bisa dipidana.

“Menolak permohonan para Pemohon untuk seluruhnya,” demikian bunyi amar putusan MK No. 23/PUU-XVI/2018 yang dibacakan pada Rabu 30 Januari lalu. []

SUMBER: LIPUTAN6


Artikel Terkait :

Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline