Unik, Informatif , Inspiratif

Lebih dari 732 Warga Purwakarta Idap HIV/AIDS

0

RSUD Bayu Asih Kabupaten Purwakarta, melaporkan bahwa ada 732 pasien HIV/AIDS yang rutin berobat ke rumah sakit. Dari 732 pasien itu, 40 persennya merupakan ibu rumah tangga. Bahkan, dari ratusan pasien itu, lima di antaranya anak-anak di bawah umur.

Sedangkan Dinas Kesehatan kabupaten Purwakarta memiliki data yang berbeda terkait dengan warga yang terinfeksi HIV/AIDS ini. Berdasarkan instansi ini, sampai 2018 lalu, penderita HIV/AIDS mencapai 499 orang.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Meisera Pramayanti mengatakan dari 499 pasien itu, 65 persennya kaum laki-laki. Bahkan, 100 di antaranya merupakan gay. Sisanya merupakan ibu-ibu.

Meisera Pramayanti mengatakan: “Upaya kita untuk meminimalisasi penyebaran ini, yakni dengan melakukan pembinaan dan penyuluhan serta menghimbau masyarakat tidak melakukan perilaku seks menyimpang.”

Sementara itu, Direktur Utama RSUD Bayu Asih Purwakarta, Agung Darwis Suriaatmadja, mengatakan, ada 732 pasien yang tercatat rutin berobat. Perlu dicatat bahwa Jumlah tersebut bukan kondisi riil di lapangan.

Agung mengatakan kepada Republika.co.id Jumat (1/3).”Jadi, dari 732 pasien itu, didominasi kaum LGBT, kemudian ibu rumah tangga. Namun, anak kecil juga ada. PNS dan anggota TNI/Polri juga ada.”

Agung berpendapat bahwa saat ini kesadaran masyarakat akan bahaya HIV/AIDS sudah semakin baik. Salah satu indikatornya, semakin banyak warga yang bersedia melakukan tes antiretroviral (ARV). Selain itu, stigma negatif dari masyarakat juga tidak sedahsyat dulu.

BACA JUGA: Mayat Penderita HIV Ditemukan di Danau, Semua Air Minta Dikuras

Dengan begitu, saat ini lingkungan di masyarakat, sudah mengalami perubahan. Bahkan, mendukung warganya untuk melakukan tes sejak dini. Banyak ibu rumah tangga di Purwakarta yang bersedia memeriksakan diri ke RSUD.

“Kami apresiasi atas keberanian ibu-ibu ini,” tutur Agung.

Mayoritas, ibu-ibu yang memeriksakan diri mempunyai suami risiko tinggi terhadap HIV/AIDS atau suaminya sering ‘jajan’ di luar.

Agung mengatakan mayoritas dari 732 pasien masih usia produktif di kisaran 18-35 tahun.Untuk mencegah penyebaran HIV, salah satu saran yang dilakukan adalah ibu-ibu ini tidak boleh hamil. Jika hamil maka potensi penularan pada anak-anaknya sangat tinggi.

BACA JUGA: AS Tuntut Warganya yang Bocorkan Data Penderita HIV Singapura

Agung menjelaskan: “Atau, kalaupun siap untuk hamil, disarankan pas lahirannya jangan normal. Selain itu, jangan menyusui. Sebab, virusnya menular salah satunya melalui darah saat persalinan normal atau melalui ASI.”

Sampai saat ini, RSUD sudah menangani lima kali persalinan ibu dengan HIV/AIDS. Setelah bayinya lahir, mereka dites. Ternyata, hasilnya positif HIV.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :
Comments
Loading...

Kamu Sedang Offline