Foto: Huffington Post

Lebih dari 80 Desibel, dan Andapun Bakal Tuli Dini!

INSPIRADATA. Menurut Wikipedia, Earphone (atau headphone, headset, earbud, stereophone) adalah sepasang pengeras suara kecil yang digunakan sangat dekat dengan telinga.

Earphone adalah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi gelombang suara. Dipakai dengan cara memasangnya disumpalkan ke dalam telinga. Kerap kali orang bingung membedakan earphones dengan headphone atau headset.

Menurut beberapa ensoklopedi, headphones mempunyai arti demikian dua earphone yang memiliki bando yang dikenakan di kepala, sementara headset memiliki tiga makna yaitu mikrofon, pasangan dari headphone dan alat tambahan untuk menggunakan earphone dan pemancar di kepala.

Siapa saja yang pakai earphone? Hampir semua kalangan! Jikalau mengurut dari yang paling kecil, SD, SMP, SMA/SMK, Mahasiswa, sampai para pekerja. Untuk remaja, biasanya earphone sudah dipakai sejak mau menuju sekolah, ketika di dalam bus, ketika naik motor, ketika sampai di kelas, ketika jam kosong, ketika mengantri makan siang, ketika menuju tempat les, ketika menuju rumah, ketika beristirahat di atas kasur bahkan ketika mau tidur, earphone dengan setianya standby menemani.

Tahukah Anda earphone yang sering kau sematkan ke telinga dapat menyebabkan tuli dini? Berdasarkan riset yang telah dilakukan oleh RNID (The Royal National Institute for Deaf People) 2 dari 3 orang pengguna earphone berumur 18-30 mendengarkan suara dalam volume tinggi, dan di usia 40-an tahun, mengalami proses tuli.

Padahal secara normal proses tuli akan dialami ketika sudah menginjak usia 60-70 tahun, dalam ilmu kedokteran tuli usia dini dinamakan presbiakusis.

Bagimana tuli dini bisa terjadi? Gaya hidup. Ya, gaya hidup modern telah menjadikan proses tuli menjadi lebih cepat, penggunaan earphone secara berkala dan intensitas suara yang tinggi adalah sebabnya, alih-alih untuk menghilangkan noise dan gangguan disekitar malah terkena tuli dini.

Bagaimana proses tuli dini tejadi? Lewat perantara udara, suara masuk ke telinga yang mengakibatkan tulang-tulang pendengaran bergetar, diteruskan menuju rumah siput atau koklea, didalam koklea terdapat sel-sel rambut yang berfungsi menangkap suara, lewat sel-sel rambut energi akustik kemudian diolah menjadi rangsangan listrik yang akan diteruskan oleh pusat pendengaran di otak dan suara pun terdengar.

Intensitas suara yang melebihi 80 desibel membuat sel-sel rambut bergerak lebih cepat sehingga cepat lelah, jika hal tersebut terjadi secara berkala maka proses pendengaran akan terganggu, penggunaan earphone yang lama dan intensitas suara yang tinggi menyebabkan telinga panas dan berdengung, hal ini merupakan tanda awal bahwa telinga telah mencapai batasnya. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Jangan Langsung Minum Air Dingin ketika Berbuka Puasa! Ini Akibatnya!

Langsung minum air es saat berbuka puasa ternyata tak baik bagi tubuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *