Unik, Informatif , Inspiratif

Lelaki Wajib Cemburu pada Wanita Tanggung Jawabnya

0

Salah satu orang yang diharamkan atasnya surga adalah pelaku dayyuts. Dayyuts adalah suami atau ayah yang tidak merasa cemburu atau terusik ketika anggota keluarga yang merupakan tanggung jawabnya melakukan perbuatan maksiat dan perbuatan haram.

Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa ada tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka. Hadist tersebut berbunyi, “Tiga golongan yang Allah mengharamkan surga atas mereka, pecandu bir, anak yang durhaka kepada orang tuanya, dan dayyuts yang membiarkan kemaksiatan pada istrinya (keluarganya).” (Shahih At-Targhib wat Tarhib no 2512).

BACA JUGA: Kecemburuan para Bidadari terhadap Suami Mereka di Dunia

Seorang suami dan ayah seperti ini cenderung membiarkan perbuatan tersebut dan tidak berusaha memperbaiki dengan perbuatan atau nasihat.

Contoh perilaku dayyuts adalah suami yang tidak cemburu jika istrinya berpakaian ketat dan membuka aurat. sehingga kecantikannya dapat dinikmati pria lain. Atau ayah yang membiarkan putrinya dibawa ke mana saja oleh laki-laki yang bukan mahramnya. Padahal kehormatan putrinya harus ia jaga sampai diserahkan pada suami yang bertanggung jawab kelak. Ia tidak berusaha menghentikan atau mencegahnya baik dengan perbuatan atau pun nasihat.

Padahal Allah berfirman, “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka ” (QS an-Nisaa’: 34). Maka seorang kepala keluarga akan dimintai pertanggung jawabannya kelak. Maka sangat mengherankan apabila tidak ada perasaan risih saat anggota keluarga bermaksiat.

BACA JUGA: Bidadari Surga Cemburu pada Wanita Shalihah karena 4 Alasan Ini

Rasulullah saw bersabda, “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Pemimpin negara adalah pemimpin dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki adalah pemimpin bagi keluarganya dan ia akan ditanya tentang yang dipimpinnya. Seorang wanita adalah pemimpin bagi anggota keluarga suaminya serta anak-anaknya dan ia akan ditanya tentang mereka. Seorang budak adalah pemimpin atas harta tuannya dan ia akan ditanya tentang harta tersebut. Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang yang dipimpinnya.” (HR Bukhari dan Muslim) []

SUMBER: MUSLIMAFIYAH


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.