Suara dentuman
Foto: detikcom

Lemari Jenazah RSUD Soewondo Pati Meledak, Bangunan di Sekitar Lokasi Porak Poranda

Suara dentuman cukup keras mengejutkan pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RAA Soewondo Pati pada Sabtu (14/10/2017). Suara itu dikira berasal dari ledakan bom, bangunan di sekitar sumber ledakan pun porak poranda.

Ternyata suara tersebut berasal dari sebuah lemari penyimpan jenazah. Lemari itu meledak. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Tetapi, akibat tekanan dari ledakan tersebut, bangunan di sekitar lemari porak poranda.

Spesialis Forensik RSUD Pati, dr Gatot Suharto, mengatakan dalam konfirmasinya bahwa ledakan itu terjadi diduga akibat takaran freon pada tabung gas yang melebihi kapasitas. Ledakan tersebut mengakibatkan sejumlah peralatan medis di sekitar lokasi ikut rusak.

“Beruntung saat itu tidak ada jenazah di dalamnya, termasuk juga kondisi di sekitar lokasi sedang sepi sehingga tidak ada korban atas kejadian ini. Cuma sempat bikin panik pasien karena dikira ini ledakan bom,” kata Gatot, Sabtu (14/10/17), seperti dilansir detikcom.

Gatot mengatakan, sehari sebelum kejadian, lemari jenazah yang dapat menampung 4 mayat tersebut dibersihkan. Termasuk pengisian freon pada tabung gas lemari, dengan maksud menjaga suhu lemari agar tetap dingin.

“Alat itu baru saya tambah freon kemarin dengan maksud agar sewaktu-waktu ada jenazah yang datang bisa langsung digunakan. Untungnya, setelah diisi freon, alat tersebut diletakkan di beranda rumah sakit. Jadi dampaknya tidak terlalu besar,” imbuhnya.

Kejadian ini jug mengakibatkan atap rumah sakit dan kaca ruangan yang berada di sekitar lokasi rusak parah.

“Harga lemari mencapai Rp 1,2 miliar, rusak parah dan tidak bisa digunakan lagi. Ini langsung kita pesan yang baru. Termasuk perbaikan bangunan juga menelan biaya yang tidak sedikit,” kata dia. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *