Sedekah, Tak Melulu Soal Uang

Lembaga Amal Dunia: Indonesia, Salah Satu Negara Paling Dermawan di Dunia

memberiINSPIRADATA. Sikap dermawan, ternyata begitu dekat dengan keseharian kita. Menurut Charities Aid Foundation (CAF), sebuah lembaga amal dunia, Indonesia merupakan salah satu negara paling dermawan di dunia. Benarkah?

Berdasarkan World Giving Index 2016 yang dirilis oleh CAF, tingkat kedermawanan Indonesia mencapai angka 56 persen. Itu menempatkan Indonesia berada di urutan ketujuh dalam daftar negara paling dermawan di dunia.

Daftar tersebut disusun dengan memperhatikan sejumlah indikator semisal sumbangan berupa uang, bantuan untuk orang asing, serta kegiatan yang bersifat suka rela.

Urutan teratas daftar itu diisi oleh Myanmar, dengan  tingkat kedermawanan mencapai 70 persen.

Tingginya tingkat kedermawanan di Myanmar terlihat dari praktik ‘Sangha Dana’, yaitu pemberian donasi atau sumbangan untuk mereka yang hidup di wihara. Hamper 91 persen warga Myanmar mengeluarkan sumbangan untuk ‘Sangha Dana’ ini.

Di urutan kedua ada Amerika Serikat dengan tingkat kedermawanan 61 persen, disusul Australia dengan 60 persen, Selandia Baru 59 persen, Sri Lanka 57 persen, dan Kanada 56 persen.

Charities Aid Foundation World Giving Index juga menobatkan Irak sebagai negara yang paling dermawan terhadap orang asing. Dalam satu bulan terakhir, delapan dari sepuluh warga Irak memberikan bantuan cuma-cuma kepada orang yang tidak mereka kenal.

Warga Libya juga disebut sangat dermawan terhadap orang-orang asing.

Rana Jawad, jurnalis BBC untuk kawasan Afrika Utara, mengatakan tidak terlalu terkejut dengan temuan ini.

“Konflik dalam beberapa tahun belakangan, yang membuat negara seolah tak hadir, mungkin mendorong warga untuk membantu satu sama lain,” kata Jawad.

Sementara itu, Cina, dinobatkan sebagai negara yang paling tak dermawan. []


Artikel Terkait :

About Sodikin

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *