Unik, Informatif , Inspiratif

Lika-liku Kang Emil: Dari Dosen, Arsitek hingga Gubernur Jabar

0

 

Siapa yang tak kenal dengan Ridwan Kamil? Namanya menjadi hits tatkala dirinya digadang-gadang bakan menjadi Cagub DKI 1 menyaingi Ahok. Namun dengan tegas Wali Kota Bandung tersebut menolak untuk menjadi DKI 1 karena merasa amanahnya belum selesai diikerjakan sebagai walikota di kota kembang.

Berbicara tentang Kang Emil, ada hal-hal yang belum diketahui tentang bagaimana Kang Emil sebelum menjadi Gubernur Jawa Barat. Bagaimanakah lika-liku kehidupan Kang Emil?

Dikutip dari Wikipedia.org, Ridwan Kamil, S.T, M.U.D, lahir di Bandung, Jawa Barat, 4 Oktober 1971. Pria berumur 44 tahun itu menjabat sebagai Walikota Bandung periode 2013-2018. Sebelum menjadi pejabat publik, pria yang akrab dipanggil Kang Emil ini memiliki karier sebagai seorang arsitek dan dosen tidak tetap di Institut Teknologi Bandung.

Kang Emil merupakan putra dari pasangan Atje Misbach Muhjiddin dan Tjutju Sukaesih. Pada tahun 2013 Kang Emil yang dari kalangan profesional dicalonkan oleh Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra sebagai walikota Bandung dengan didampingi oleh Oded Muhammad Danial sebagai calon wakil walikota.

Dalam Rapat Pleno Komisi Pemilihan Umum Kota Bandung pada 28 Juni 2013, pasangan ini unggul telak dari tujuh pasangan lainnya dengan meraih 45,24% suara sehingga Pasangan Ridwan Kamil dan Oded Muhammad Danial ditetapkan menjadi pemenang dalam Pemilihan umum Walikota Bandung 2013.

Kang Emil menuntaskan Sekolah Dasar di SDN Banjarsari III Bandung dari tahun 1978-1984, kemudian melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 2 Bandung dari tahun 1984-1987, lalu Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 3 Bandung dari tahun 1987-1990, lalu Kang Emil mengambil Sarjana S-1 Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung pada tahun 1990-1995, kemudian beliau mengambil gelar magisternya di Master of Urban Design University of California, Berkeley dari tahun 1999-2001.

Setelah lulus S2 dari University of California, Berkeley, Ridwan Kamil melanjutkan pekerjaan profesional sebagai arsitek di berbagai firma di Amerika Serikat. Sebelumnya Ridwan Kamil memulai karier bekerjanya di Amerika sesaat setelah lulus S1, akan tetapi hanya berkisar empat bulan ia pun berhenti kerja karena terkena dampak krisis moneter yang melanda Indonesia saat itu.

Tidak langsung pulang ke Indonesia, dia bertahan di Amerika sebelum akhirnya mendapat beasiswa di University of California, Berkeley. Selagi mengambil S2 di Univesitas tersebut Ridwan Kamil bekerja paruh waktu di Departemen Perancanaan Kota Berkeley.

Pada tahun 2002 Ridwan Kamil pulang ke tanah kelahirannya Indonesia dan dua tahun kemudian mendirikan Urbane, perusahaan yang bergerak dalam bidang jasa konsultan perencanaan, arsitektur dan desain. Kini Ridwan Kamil aktif menjabat sebagai Prinsipal PT. Urbane Indonesia, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung, serta Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco), dan SAA (Singapura).

Urbane adalah perusahaan yang didirikan oleh Ridwan Kamil pada tahun 2004 bersama teman-temannya seperti Achmad D. Tardiyana, Reza Nurtjahja dan Irvan W. Darwis. Reputasi Internasional sudah mereka bangun dengan mengerjakan projek-projek di luar Indonesia seperti Syria Al-Noor Ecopolis di negara Syria dan Suzhou Financial District di China.

Tim Urbane sendiri terdiri dari para profesional muda yang kreatif dan berpikir idealis untuk mencari dan menciptakan solusi mengenai masalah desain lingkungan dan perkotaan. Urbane juga memiliki projek berbasis komunitas dalam Urbane Projek Komunitas dimana visi dan misinya adalah membantu orang-orang dalam sebuah komunitas perkotaan untuk memberikan donasi dan keahlian-keahlian dalam meningkatkan daerah sekitarnya.

Urbane telah banyak dianugrahi penghargaan-penghargaan dari media internasional seperti BCI Asia Awards tiga tahun berturut-turut pada tahun 2008, 2009 dan 2010 dan juga BCI Green Award pada tahun 2009 atas projek desain Rumah Botol (dari botol bekas). Urbane juga sering mengikuti kompetisi di bidang desian arsitektur tingkat nasional seperti Juara 1 kompetisi desain Museum Tsunami di Nangro Aceh Darrussalam tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain kampus 1 Universitas Tarumanegara tahun 2007, Juara 1 kompetisi desain Fakultas Ilmu Budaya di Universitas Indonesia tahun 2009, juara 1 kompetisi desain Sanggar Nagari di Kota Baru Parahyangan di Kabupaten Bandung Barat dan juara 1 kompetisi desain Pusat Seni dan Sekolah Seni di Universitas Indonesia tahun 2009.

Wah, ternyata lika-liku Kang Emil sebelum menjadi walikota Bandung tidak mudah juga ya? Memang benar, akan selalu ada hasil memuaskan jika kita mau bekerja keras dalam mengarungi lautan kehidupan ini. Bagaimana, kamu juga begitu bukan? []


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.