Foto: intirakyat.com

LIPI: Pemukiman Masyarakat dan Pantai Minimal Berjarak 300 Meter

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan riset dan kajian pengembangan teknologi mitigasi bencana serta pendidikan siaga bencana. Salah satu hasilnya ialah imbauan agar pemukiman masyarakat cukup berjarak dari pantai.

Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI, Eko Yulianto mengatakan bahwa Presiden sudah meminta revitalisasi sistem peringatan dini tsunami. Tapi daerah-daerah wisata pantai seperti Lombok, jarak dari sumber tsunami ke daratannya pendek.

BACA JUGA: Adakah Teknologi untuk Prediksi Gempa Bumi? Ini Kata LIPI

Akibatnya, sambung Eko, waktu menyelamatkan diri menjadi lebih singkat. Kondisi serupa terjadi pada wilayah-wilayah terdampak tsunami Selat Sunda.

“Seperti Carita dan Anyer nyaris berada di bibir pantai. Idealnya ada garis sempadan sejauh 300 meter dari bibir pantai untuk perlindungan jika ada gelombang tinggi,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (2/1/2018).

Ia menyatakan perlu peran aktif semua pihak dalam mengatur tata ruang wilayah pantai. Tak berhenti sampai disitu, ia meminta pemerintah tegas menjalankan aturan pemukiman di kawasan pantai.

BACA JUGA: 1,4 Ton Randang untuk Pengungsi Korban Tsunami Selat Sunda

“Pengurangan risiko bencana harus dipahami dan diimplementasikan oleh semua pihak dalam kerangka kerja yang komprehensif baik dari aspek teknologi, pendidikan siaga bencana, hingga kebijakan,” ujarnya.[]

SUMBER: REPUBLIKA


Artikel Terkait :

About Al Mutafa-il

Bangkit, bangun, bergerak dan kembali bersinar

Check Also

tukang becak

Dipenjara, Tukang Becak Ini Dapat Donasi Rp 700 Juta Lebih

Akibat kecelakan itu, nyawa penumpang tidak tertolong dan akhirnya meninggal 15 menit setelah tiba di rumah sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *