Unik, Informatif , Inspiratif

Mahasiswa yang Ingin Menikah? Jangan Khawatir, Ini Solusinya

0

Pernikahan merupakan fitrah manusia, maka jalan yang sah untuk memenuhi kebutuhan ini adalah dengan akad nikah. Sasaran utama pernikahan pun diantaranya adalah untuk membentengi martabat manusia dari perbuatan buruk yang dilarang oleh Allah.

Rasulullah Shalalahu ‘alaihi wasallam pun bersabda, “Wahai para pemuda! barang siapa diantara kalian berkemampuan untuk menikah, maka menukahlah, karena nikah itu lebih menundukan pandangan, dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barangsiapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia shaum (puasa), karena shaum itu dapat membentengi dirinya.”

BACA JUGA: Mengapa Ada yang Miskin setelah Menikah?

Lalu apa hukumnya jika seorang mahasiswa yang menikah dengan seorang mahasiswi, selepas akad, mereka berpisah dan biaya kuliah masing-masing ditanggung orang tuanya? Apakah boleh?

Jawaban untuk pertanyaan ini ada dua, yaitu:

Pertama, di zaman ketika syahwat banyak tersebar, maka dianjurkan untuk menikah muda. Berdasarkan keterangan sebelumnya, pernikahan dilakukan menjadi salah satu solusi untuk meredam syahwat.

Kedua, bukan syarat dan bukan pula kewajiban dalam islam bahwa siapapun yang melakukan akad nikah harus segera kumpul dan melakukan hubungan badan dengan pasangannya.

Artinya, boleh saja suami istri berpisah rumah setelah akad nikah, sampai batas waktu sesuai kesepakatan.

BACA JUGA: 4 Ciri Menikah karena Allah

Sama seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menikahi Aisyah radhiyallahu ‘anha ketika beliau berusia 7 tahun. Sementara beliau baru kumpul dengan Aisyah, ketika Aisyah berusia 9 tahun.

Ketiga, mengenai kewajiban memberikan nafkah

Ulama sepakat bahwa suami berkewajiban memberi nafkah kepada istrinya dengan ketentuan, Istri telah baligh dan Istri tidak nusyuz. Serta Istri telah melakukan tamkin min nafsiha (bersedia untuk berhubungan) []

Demikian, Allahu a’lam…

SUMBER: KONSULTASI SYARIAH


Artikel Terkait :

Leave A Reply

Your email address will not be published.