Foto: Nikkei Asian Review

Mahathir Mohamad: Australia Tidak Punya Hak Akui Yerusalem sebagai Ibukota Israel

Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad pada hari Ahad (16/12/2018) kemarin mengkritik langkah Australia yang mengakui Yerusalem Barat sebagai ibukota Israel. Mahathir mengatakan negara-negara manapun “tidak memiliki hak” untuk melakukannya.

Langkah Australia tersebut mengikuti keputusan Presiden AS Donald Trump yang sudah lebih dulu memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem dari Tel Aviv pada bulan Mei tahun ini. Manuver Trump ini membuat marah rakyat Palestina dan dunia Islam marah.

BACA JUGA: Yerusalem, Mengapa Kota Ini Penting bagi Islam, Kristen dan Yahudi

“Yerusalem harus tetap seperti sekarang dan bukan ibu kota Israel,” kata Mahathir kepada Reuters di sela-sela acara di Bangkok.

“Yerusalem selalu di bawah Palestina, jadi mengapa mereka mengambil inisiatif untuk membagi Yerusalem bukan milik mereka, tetapi untuk membagi orang Arab dan orang Yahudi? Mereka tidak punya hak,” tambahnya.

Malaysia adalah negara mayoritas Muslim dan telah lama mendukung solusi dua negara dalam konflik Palestina-Israel.

Status Yerusalem, tanah bagi situs-situs yang suci bagi agama Muslim, Yahudi dan Kristen, adalah salah satu hambatan terbesar bagi perjanjian damai antara Israel dan Palestina yang ingin Yerusalem Timur diakui sebagai ibu kota negara Palestina.

BACA JUGA: Tak Disangka, Bocah yang Jabat Tangan Mahathir Itu Kini Jadi Pemimpin Negara

Israel menganggap semua Jerusalem sebagai ibukotanya, termasuk sektor timur yang dianeksasi melalui sebuah langkah yang tidak diakui secara internasional, setelah perang Timur Tengah 1967.

Pun demikian, Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan belum ada rencana segera untuk memindahkan kedutaan Australia dari Tel Aviv ke Yerusalem. []


Artikel Terkait :

About Saefullah DS

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *