Novanto kembali ditetapkan, melaporkan Mahfud
Foto: kompas.com

Mahfud MD Akan Dilaporkan ke Polisi oleh Pengacara Setya Novanto

Pengacara tersangka kasus korupsi Setya Novanto, Fredrich Yunadi, menganggap pernyataan Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD yang mengatakan kliennya berpura-pura sakit merupakan suatu fitnah.

Pernyataan itu, kata dia, telah membuat kliennya rugi.

Hal ini merespon Mahfud yang mengatakan bahwa Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) mampu memutuskan bahwa Novanto melanggar etika karena pura-pura sakit untuk menghindari proses hukum.

“Dia emang dokter, emang dia tahu, dia itu kan melemparkan isu yang merugikan klien saya. Apakah dia dokter, bukan kan, dia kan mantan hakim-kan. Dia kan dulu orang partaikan, politikus, pernah anggota DPR, terus haknya apa dia melemparkan isu mengatakan bahwa sakitnya pura-pura,” kata Fredrich, dilansir Kompas.com, Kamis (23/11/2017).

Bahkan Fredrich mengancam, dia akan melaporkan Mahfud ke polisi bila mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu tak mampu membuktikan Novanto hanya berpura-pura sakit.

“Kalau dia dalam hal ini tidak bisa membuktikan berarti dia melakukan pencemaran nama baik kan, saya laporkan ke polisi,” ucap Fedrich.

Dia mempertanyakan kapasitas Mahfud yang mendorong MKD untuk memberhentikan Novanto dari jabatan sebagai Ketua DPR.

“Jangan lah memberikan komentar di luar kemampuan dia, kapasitas dia itukan kapasitas mantan pejabat. Jadi jangan memberikan komentar, jangan membuat gaduh, jangan memfitnah orang, itu saran saya. Itu berarti dia kan fitnah sekarang,” ujar Fredrich.

Menurut Fredrich, permintaan Novanto untuk tidak tak dicopot sebagai Ketua DPR bukan urusan Mahfud.

Novanto sebelumnya lewat surat dari balik jeruji KPK meminta diberikan kesempatan membuktikan bahwa dirinya tak bersalah dalam kasus korupsi proyek e-KTP.

“Enggak ada urusan sama dia (Mahfud), urusan apa sama dia. Surat itu ditujukan sama dia enggak kan, enggak ada hubungannya kan, instansi yang terima saja enggak ngoceh, kok dia ikut ngoceh enggak pada tempatnya,” ujar Fredrich.

Sebelumnya Mahfud mendorong MKD segera memberhentikan Setya Novanto dari jabatannya baik sebagai Ketua atau pun anggota DPR.

Mahfud meminta MKD tidak terpengaruh dengan adanya surat yang ditulis Novanto dari tahanan KPK.

“Sebagai surat itu sah ya. Tapi permintaan untuk tidak diganti itu bisa ditolak. DPR ini milik rakyat yang kemudian diwakili oleh organisasi politik. Bisa menolak,” kata Mahfud kepada Kompas.com, Kamis.

Menurut Mahfud, Novanto memang baru berstatus tersangka. Namun, MKD bisa menggunakan alasan bahwa karena sudah berada di tahanan KPK, Novanto tak dapat lagi memimpin DPR.

Tak hanya itu, MKD pun dapat memutuskan bahwa Novanto melanggar etika karena pura-pura sakit untuk menghindari proses hukum.

“Perilaku Setya Novanto melanggar etika luar biasa. Pura-pura sakit. Kalau kita nyatakan Novanto pura-pura sakit itu kita tidak salah, tidak melanggar hukum, karena nyatanya pemeriksaan dokter dia tidak sakit. Berarti dia pura-pura sakit,” ucap Mahfud. []


Artikel Terkait :

About Fajar Zulfikar

Check Also

Entah Apa yang Merasuki Pria Ini, 2 Bulan Tinggal di Tong Setinggi 25 Meter

Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh dirinya sendiri pada 1997. Ketika itu, dia tinggal di dalam tong selama 54 hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *